Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai

Tuesday, 25 November 2025 - 12:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Kelompok Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRP-PT) Donatus Mote

Ketua Fraksi Kelompok Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRP-PT) Donatus Mote

Deiyai [SINAR BEMO] — Ketua Fraksi Kelompok Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRP-PT) Donatus Mote, menyuarakan penolakan keras terhadap klaim tanah adat oleh Suku Kei di wilayah perbatasan Kabupaten Mimika dan Deiyai, Papua Tengah. Tuntutan ini muncul menyusul insiden penyerangan dan pembakaran rumah Suku Mee di Kampung Mogodagi, Distrik Kapiraya, oleh sekelompok warga Suku Kei beberapa hari lalu.

​Konflik tapal batas antara Mimika dan Deiyai di wilayah Bouwobado yang telah memanas sejak bulan lalu, kini diperkeruh dengan keterlibatan kelompok non-Suku Asli Papua (OAP).

​Anggota DPRP tersebut dengan tegas menyatakan bahwa Suku Kei, yang berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, tidak termasuk dalam definisi Orang Asli Papua berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Suku Kei di Tanah Papua adalah pendatang yang hadir untuk mencari pekerjaan. Mereka jelas-jelas tidak memiliki hak ulayat, tanah milik, atau tanah warisan leluhur di Papua Tengah,” ujar anggota dewan tersebut. “Tindakan menyerang Suku Mee, yang memiliki hak warisan leluhur, dengan membakar rumah dan mengusir mereka, merupakan tindakan memalukan dan mencederai nilai-nilai adat Papua.”

​Fraksi Kelompok Khusus DPRP mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Deiyai untuk segera memfasilitasi pertemuan adat antara masyarakat Suku Kamoro, Amungme (dari Mimika), dan Suku Mee (dari Deiyai).

​Penyelesaian tapal batas secara adat ini diminta hanya melibatkan Suku Asli Papua yang memiliki ikatan historis dengan wilayah tersebut. Suku-suku non-OAP diminta untuk tidak terlibat, sebab dikhawatirkan mereka hanya bertindak atas kepentingan eksploitasi kekayaan alam di Papua Tengah, alih-alih kepentingan perdamaian dan adat.

​”Kami meminta Suku Kei segera menghentikan klaim atas tanah adat di Papua Tengah, terutama di perbatasan Mimika dan Deiyai,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro
KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote
Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan
Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai
Resmi Buka Mini Lokakarya Asisten II Mesak Pakage Serahkan Alat Peraga PAUD di Tigi Barat
Aksi Hijau Jelang HUT Ke-17: Bupati Deiyai Pimpin Penanaman 10 Ribu Pohon Cemara
Bupati Deiyai Serahkan Bantuan Bahan Bangunan, Prioritaskan Kelompok Rentan
KNPI Deiyai Bersama Mahasiswa IPMANAPANDODE se-Jawa Bali Bersihkan Kota Waghete

Berita Terkait

Friday, 28 November 2025 - 07:06 WIT

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro

Thursday, 27 November 2025 - 21:57 WIT

KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote

Thursday, 27 November 2025 - 12:49 WIT

Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan

Tuesday, 25 November 2025 - 12:25 WIT

Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai

Monday, 24 November 2025 - 13:28 WIT

Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai

Berita Terbaru

Tim BIG jakarta saat melakukan pemeriksaan peta wilayah Desa atau Kampung di Kabupaten Deiyai.

Uncategorized

DPMK dan BIG Tegaskan Batas Desa untuk Kepastian Hukum dan Pembangunan

Saturday, 29 Nov 2025 - 13:58 WIT