Cucuran Keringat Demi Rumah Tuhan: Perjuangan Tanpa Lelah Jemaat KINGMI Bahtera Bomou III

Wednesday, 7 January 2026 - 04:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jarak dan terjalnya gunung bukan penghalang bagi jemaat Gereja KINGMI Bahtera Bomou III. Kemarin (6/1), dengan penuh sukacita, Altar baru berhasil diangkat menuju puncak Yibagouoweta melalui aksi gotong royong.

Jarak dan terjalnya gunung bukan penghalang bagi jemaat Gereja KINGMI Bahtera Bomou III. Kemarin (6/1), dengan penuh sukacita, Altar baru berhasil diangkat menuju puncak Yibagouoweta melalui aksi gotong royong.

Deiyai [SINAR BEMO] — Di tengah tantangan geografis Gunung Yibagouoweta yang megah namun terjal, sebuah kisah tentang iman dan gotong royong sedang ditulis oleh jemaat Gereja KINGMI Bahtera Bomou III, Klasis Tigi. Hingga saat ini, pembangunan fisik gereja telah mencapai angka 70 persen, sebuah pencapaian yang diraih bukan dengan mesin, melainkan dengan cucuran keringat dan kekuatan fisik para jemaat.

​Ketiadaan akses jalan raya dari Kota Wagete menuju kampung Yibagouoweta tidak menyurutkan semangat umat. Selama bertahun-tahun, material pembangunan mulai dari semen, kayu, seng, hingga kursi hanya bisa diantar menggunakan kendaraan sampai ke Kampung Motano. Dari titik itulah, perjalanan yang sesungguhnya dimulai.

​Setiap lembar seng dan tiap sak semen harus dipikul mendaki gunung melewati medan yang menguras energi. Tak jarang, jemaat harus melakukan perjalanan bolak-balik dua hingga tiga kali dalam sehari untuk memastikan seluruh material sampai di lokasi pembangunan. Perjuangan ini pun menjadi gerakan lintas generasi; pemuda-pemudi dari Bomou I dan II, bahkan anak-anak sekolah dari SD dan SMP YPPGI Bomou turut serta memikul beban demi berdirinya rumah Tuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Momen haru kembali terlihat pada tanggal 6 Januari 2025. Jemaat berhasil menggotong dua buah Altar—satu Mimbar Utama dan satu mimbar kecil—yang didatangkan langsung dari Nabire, Papua Tengah. Bagi jemaat, Altar bukan sekadar furnitur gereja; ia adalah simbol kehadiran Kristus di tengah umat-Nya dan tempat kebenaran Firman Tuhan akan dipercayakan.

​”Mengangkat barang berat sambil mendaki gunung bukanlah pekerjaan ringan. Ini menguras tenaga dan bisa mengundang sakit, namun kami percaya ada kekuatan ekstra yang Tuhan berikan,” ujar salah satu jemaat dengan penuh syukur.

​Dengan sisa 30 persen pembangunan yang harus diselesaikan, jemaat terus berharap akan adanya perhatian pembangunan jalan dari pemerintah. Namun, sembari menunggu kabar itu, mereka tetap melangkah naik, memikul satu demi satu material dengan semangat yang tak pernah padam.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KKR dan Pembubaran Panitia Tutup Penerimaan Pemuda Baru Jemaat Kingmi Efata
Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata Gelar Seminar Pembekalan, Siapkan Generasi Muda dan Jemput Jiwa Baru
Uluran Tangan Klara Nawipa Bakar Semangat Panitia Retreat Akbar 5 Koordinator di Nabire
Tino Mote: Ibadah Gabungan ASN Deiyai Layak Jadi Contoh bagi Daerah Lain
Enam Klasis Hadir, Pelayanan Perempuan KINGMI Deiyai Gelar Seminar Pembinaan
SD YPPGI Yaba Luluskan Angkatan Pertama, Warga Kampung Yaba Bangga dan Haru
MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Agama Kabupaten Deiyai Dan Diskusi Buku.
DPR Papua Tengah Donatus Mote Berpartisipasi dalam Ebamukai Pembangunan Gereja Katolik St. Simon Kirene Okomokebo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 04:53 WIT

KKR dan Pembubaran Panitia Tutup Penerimaan Pemuda Baru Jemaat Kingmi Efata

Sunday, 23 August 2026 - 12:51 WIT

Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata Gelar Seminar Pembekalan, Siapkan Generasi Muda dan Jemput Jiwa Baru

Friday, 14 August 2026 - 09:25 WIT

Uluran Tangan Klara Nawipa Bakar Semangat Panitia Retreat Akbar 5 Koordinator di Nabire

Thursday, 25 June 2026 - 13:03 WIT

Tino Mote: Ibadah Gabungan ASN Deiyai Layak Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Saturday, 20 June 2026 - 07:16 WIT

Enam Klasis Hadir, Pelayanan Perempuan KINGMI Deiyai Gelar Seminar Pembinaan

Berita Terbaru