DEIYAI [SINAR BEMO] – Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Deiyai sejak pertengahan Januari hingga Februari 2026 mengakibatkan krisis air bersih bagi masyarakat. Kondisi ini memicu gelombang kedatangan warga ke Muara Kali Oneibo untuk mandi, mencuci, hingga mengambil air minum.
Namun, tingginya aktivitas warga di lokasi tersebut memicu kekhawatiran serius terkait kebersihan lingkungan. Menanggapi hal ini, tokoh pemuda sekaligus perwakilan warga asli Kampung Oneibo, Derius Pekei, S. Ars, M. Ars, mengeluarkan peringatan tegas guna menjaga kelestarian muara yang menjadi aliran vital dari Danau Tigi tersebut.
Kepada media Sinar Bemo, Derius menekankan bahwa kesadaran pengunjung saat ini masih sangat rendah, terutama terkait pembuangan sampah plastik dan sisa pembungkus sabun yang berisiko menyumbat aliran air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kali Oneibo ini adalah muara dari Danau Tigi. Jika sampah dibuang sembarangan, potensi penyumbatan sangat besar. Kami minta siapa pun yang datang, tolong perhatikan tempat pembuangan sampah,” tegas Derius.
Guna menjaga ketertiban, pihak warga setempat menetapkan empat poin larangan utama bagi setiap pengunjung:
1. Dilarang keras membuang sampah organik maupun non-organik ke dalam kali dan area sekitarnya.
2. Dilarang keras makan pinang dan membuang ludah pinang di area Kali Oneibo.
3. Dilarang keras mengonsumsi minuman beralkohol atau berada dalam kondisi mabuk di lokasi.
4. Dilarang keras mencuci kendaraan roda dua maupun roda empat di aliran Kali Oneibo.
Peringatan ini dikeluarkan semata-mata untuk melindungi sumber daya air yang tersisa agar tetap layak digunakan oleh seluruh masyarakat selama musim kemarau berlangsung.






