Seruan Damai dan Keadilan dari Pelayanan Perempuan Kingmi Deiyai untuk Kapiraya

Wednesday, 3 December 2025 - 15:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai menyampaikan pernyataan sikap di hadapan publik, menyerukan keadilan bagi Gembala Neles Peuki dan mendesak penyelesaian sengketa tanah adat di Kapiraya, Mimika. Mereka berdiri teguh demi hak hidup dan hak ulayat anak-anak Papua.

Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai menyampaikan pernyataan sikap di hadapan publik, menyerukan keadilan bagi Gembala Neles Peuki dan mendesak penyelesaian sengketa tanah adat di Kapiraya, Mimika. Mereka berdiri teguh demi hak hidup dan hak ulayat anak-anak Papua.

Deiyai [SINAR BEMO] — Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai, Papua Tengah, menyampaikan Pernyataan Sikap yang tegas menyikapi tragedi dan konflik agraria yang melanda wilayah Kapiraya. Dengan latar belakang sejarah masuknya Injil melalui Kali Uta atau Kali Yawei yang kini menjadi zona konflik, para mama-mama Kingmi Deiyai menyerukan keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia serta hak ulayat.

​Seruan ini didasari oleh Firman Tuhan, khususnya Keluaran 20:13, 15, 17 (“Jangan Membunuh,” “Jangan Mencuri,” dan “Jangan Mengingini”) serta Bilangan 19:4 (“Janganlah menggeser batas tanah sesamamu”).

​Berikut adalah poin-poin revisi dan pernyataan sikap resmi yang disuarakan oleh Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Sikap Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai

​1. Mengutuk Keras Pembunuhan Sadis: Kami, mama-mama Koordinator Deiyai, mengutuk keras dan menolak segala bentuk tindak pembunuhan secara sadis di atas tanah Papua.

2. Menuntut Proses Hukum: Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera memproses dan mengadili pelaku pembunuhan keji terhadap Gembala Neles Peuki yang dilaporkan dibakar hidup-hidup.

​3. Penyelesaian Konflik Tanah Adat: Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Deiyai, dan Pemerintah Kabupaten Mimika diwajibkan untuk segera menyelesaikan secara adil dan bermartabat masalah sengketa tanah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro.

​4. Meninjau Ulang Akses Transportasi Udara: Kami mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Mimika untuk mempertimbangkan kembali dan membicarakan kebijakan transportasi udara. Penggunaan akses ini untuk pendaratan (pendropan) masif aparat TNI/POLRI saat ini harus dihentikan sementara, karena dapat menimbulkan dan memperparah trauma psikologis bagi mama-mama dan anak-anak di Kapiraya.

​5. Hormati Perempuan dan Generasi Papua: Hargai kami, perempuan Papua, yang melahirkan generasi penerus. Kami melahirkan anak bukan untuk dibunuh, melainkan untuk menjadi pewaris sah atas tanah adat ini.

​6. Seruan Penghentian Kekerasan: Hentikan segera segala bentuk pembunuhan dan kekerasan secara sadis di wilayah ini.

​7. Komitmen Damai Natal: Kami, mama-mama Koordinator Kingmi Deiyai, berkomitmen untuk saling berdamai dan merangkul, meskipun berada dalam kondisi duka, jeritan, dan tangisan. Kami menyambut kelahiran Yesus Kristus sesuai dengan Firman, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika
Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah
Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026
Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum
Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Berita Terkait

Monday, 23 March 2026 - 10:29 WIT

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika

Thursday, 12 March 2026 - 17:52 WIT

Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah

Thursday, 12 March 2026 - 16:20 WIT

Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026

Wednesday, 11 March 2026 - 20:37 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya

Wednesday, 11 March 2026 - 20:02 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya

Berita Terbaru

Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan tiga motif batik khas Deiyai oleh Kanwil Kementerian Hukum Papua kepada perwakilan Dekranasda Deiyai di Jayapura, Selasa (21/04/2026).

Budaya

Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Tiga Motif Batik Khas Daerah

Wednesday, 22 Apr 2026 - 03:41 WIT

Bupati Deiyai Melkianus Mote melantik Beatrix Waine sebagai Pj Kepala Kampung Wagomani di Deiyai, Senin (20/4/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Lantik Pj Kepala Kampung Perempuan Pertama di Wagomani

Monday, 20 Apr 2026 - 11:04 WIT