Anggota DPRD Protes Keterlambatan Materi Pembahasan Rancangan APBD, Ini Tanggapan Bupati Deiyai

Friday, 15 August 2025 - 16:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Deiyai yang membahas Ranperda Perubahan APBD 2025 di Aula Sekwan DPRD pada Jumat, 15 Agustus 2025. Terlihat para pimpinan dewan dan bupati beserta jajarannya

Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Deiyai yang membahas Ranperda Perubahan APBD 2025 di Aula Sekwan DPRD pada Jumat, 15 Agustus 2025. Terlihat para pimpinan dewan dan bupati beserta jajarannya

Deiyai [SINAR BEMO] — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai menggelar rapat paripurna untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deiyai tahun 2025. Rapat yang dilaksanakan di Aula Sekwan DPRD pada Jumat, 15 Agustus 2025, ini diwarnai keluhan dari anggota dewan terkait keterlambatan penyerahan dokumen materi pembahasan.

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD, Gregorius Mote, didampingi Wakil Ketua I, Linus Koto, serta dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 25 anggota DPRD, Kepala Bank Papua Cabang Deiyai, serta perwakilan dari TNI dan Polri.

Dalam sesi pandangan umum, Simon Edowai dari Fraksi Golkar menyampaikan kekecewaannya. “Hari ini kami tidak punya ide dan pikiran karena kami belum mendapatkan buku rancangan setebal ini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penyerahan dokumen seharusnya dilakukan jauh-jauh hari, idealnya seminggu sebelumnya, agar anggota dewan memiliki waktu untuk mempelajari materi. “Dengan begitu, kami bisa menyampaikan buah pikiran kami dalam forum ini,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan Simon, Ketua Komisi A, Obet Kotouki, juga mengeluhkan hal serupa. “Kami DPRD kali ini tidak bisa menyampaikan pendapat karena buku setebal ini kami baru terima pagi ini. Bagaimana kami mau membuat konsep?” kata Obet. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan legislatif. “Kita ini sama-sama utusan masyarakat, sehingga kita harus membangun Deiyai sama-sama. Jangan ada persaingan dalam menjalankan pembangunan,” pesannya.

Sementara itu, Yason Edowai dari Fraksi PKB menyoroti beberapa isu krusial. Ia meminta pemerintah daerah mengakomodasi proposal bantuan dari mahasiswa Kabupaten Deiyai yang sedang menempuh studi di Sorong. Selain itu, ia juga menyoroti masalah pelayanan kesehatan, khususnya terkait surat rujukan dari puskesmas. “Pelayanan kesehatan jangan disamakan dengan Paniai yang pasien harus ada surat rujukan. Di Deiyai, banyak puskesmas yang belum aktif. Jika ada pasien yang sakit mendadak dan dibawa ke rumah sakit, kasihan kalau tidak punya rujukan,” jelasnya.

Amison Dogopia, Ketua DPRD jalur otonomi khusus (Otsus), mengungkapkan kebingungan anggota dewan dalam menjalankan tugas mereka. Ia merasa belum sepenuhnya memahami porsi kerja sebagai wakil rakyat. Oleh karena itu, ia meminta pimpinan daerah untuk memberikan bimbingan teknis (Bimtek) agar anggota dewan bisa bekerja lebih efektif.

Menanggapi keluhan yang disampaikan, Bupati Melkianus Mote menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyerahan dokumen. “Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Sebenarnya seharusnya Selasa sudah kami berikan, namun ada kendala sehingga buku materi baru bisa sampai pagi tadi,” kata Bupati.

Terkait pelayanan kesehatan, Bupati Melkianus menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan perbaikan. “Pelayanan kesehatan kita mulai dari yang terdekat seperti Puskesmas Wagete, yang sebelumnya melayani 5-10 pasien, kini ratusan pasien pun akan dilayani,” terangnya. Ia juga berjanji akan menempatkan tenaga kesehatan (mantri) sesuai dengan kampung masing-masing dan akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait penempatan tersebut.

Pada akhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyiapkan acara dan semua pihak yang hadir. Rapat ini menjadi sorotan penting karena menunjukkan dinamika antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan daerah, sekaligus menyoroti isu-isu mendesak yang perlu segera ditangani.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Daniel Bunai Minta OPD Segera Rampungkan Renja 2027 dan Ingatkan CPNS Patuhi Ketentuan Panitia
Daniel Mote: Penampungan Air Umum Penting untuk Warga di Tengah Kekeringan
Bupati Tegaskan Disiplin Pegawai, Tenaga Kontrak Malas Terancam Dicoret
Dunia Usaha Mengkhawatirkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru Mengganggu Upaya Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Catur Budi Wibowo Ingatkan 25 Auditor Deiyai Jaga Integritas dan Independensi
Tutup Diklat Auditor Deiyai, Bupati Melkianus Mote Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal, Wabup Deiyai Tinjau 22 Kantor OPD
Jelang Latsar, BKPSDM Deiyai Ingatkan CPNS Formasi 2024 Disiplin dan Jaga Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Monday, 12 October 2026 - 13:59 WIT

Daniel Bunai Minta OPD Segera Rampungkan Renja 2027 dan Ingatkan CPNS Patuhi Ketentuan Panitia

Thursday, 8 October 2026 - 15:18 WIT

Daniel Mote: Penampungan Air Umum Penting untuk Warga di Tengah Kekeringan

Tuesday, 6 October 2026 - 07:49 WIT

Bupati Tegaskan Disiplin Pegawai, Tenaga Kontrak Malas Terancam Dicoret

Monday, 5 October 2026 - 16:47 WIT

Dunia Usaha Mengkhawatirkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru Mengganggu Upaya Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Friday, 2 October 2026 - 08:39 WIT

Catur Budi Wibowo Ingatkan 25 Auditor Deiyai Jaga Integritas dan Independensi

Berita Terbaru