Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Masyarakat Kapiraya saat memberikan keterangan pers di Timika, Jumat (6/3), terkait urgensi pembangunan jalan darat 60 km guna memulihkan pelayanan publik di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai.

Tokoh Masyarakat Kapiraya saat memberikan keterangan pers di Timika, Jumat (6/3), terkait urgensi pembangunan jalan darat 60 km guna memulihkan pelayanan publik di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai.

DEIYAI [SINAR BEMO] — Masyarakat Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan akses jalan darat yang menghubungkan ibu kota kabupaten ke wilayah distrik. Sulitnya akses transportasi saat ini dinilai menjadi akar masalah lumpuhnya berbagai layanan publik mendasar di wilayah tersebut.

​Ernes Kotouki, S.IP, Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Tim Harmonisasi Konflik Sosial Pemkab Deiyai, mengungkapkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan birokrasi pemerintahan di Kapiraya saat ini sangat memprihatinkan.

​”Biaya logistik via laut dari Timika mencapai Rp15-20 juta per perjalanan, sementara penerbangan hanya tersedia sekali seminggu. Kami memohon jalan darat sepanjang 50-60 km dari ibu kota Deiyai segera dibuka agar negara benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tegas Ernes di Timika, Jumat (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketegangan di jalur laut juga menjadi faktor penguat urgensi jalur darat. Tim Harmonisasi yang hendak menuju Kapiraya sempat tertahan akibat penghalangan oleh warga Suku Kamoro di area Lokpon. Saat ini, tim masih menunggu situasi kondusif untuk melanjutkan perjalanan.

​Senada dengan itu, Kepala Suku Mee Kapiraya, Mesak Edowai, S.I.Kom, mengapresiasi langkah awal pemerintah yang telah membuka jalan sepanjang 2 km pada tahun 2025 lalu. Namun, ia berharap ada intervensi lebih besar dari pemerintah pusat.

​”Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kementerian PUPR turun tangan. Tanpa jalan darat, tenaga medis dan guru akan terus kesulitan mencapai Kapiraya, yang berujung pada terabaikannya hak-hak dasar warga,” ujar Mesak.

​Dukungan serupa datang dari Ketua Ikatan Keluarga Deiyai Selatan, Agusten Anou. Ia menekankan bahwa pembangunan jalan darat adalah solusi jangka panjang untuk menghindari gesekan sosial di jalur laut yang merupakan wilayah adat Suku Kamoro. Jalur darat dianggap sebagai kunci kemandirian ekonomi dan efektivitas pelayanan publik di Kapiraya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya
Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah
Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya
Pertemuan di Timika, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Penyelesaian Tapal Batas Adat Kamoro–Mee di Kapiraya
Bupati Melkianus Percayakan Ernes Kotouki Pimpin Misi Damai di Kapiraya

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 10:53 WIT

Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Berita Terbaru