Pebur Mote Perkenalkan Konsep MBG Berbasis Pangan Lokal Deiyai kepada Dua Menteri di Kriya Nusa 2026

Sunday, 27 September 2026 - 18:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Mendagri Tito Karnavian mengunjungi Stand Pameran Kabupaten Deiyai, 27/9/2026.

Saat Mendagri Tito Karnavian mengunjungi Stand Pameran Kabupaten Deiyai, 27/9/2026.

DEIYAI, SINAR BEMO — Pemerintah Kabupaten Deiyai memperkenalkan konsep Makanan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pangan lokal Papua dalam ajang Kriya Nusa 2026 di Jakarta. Gagasan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Deiyai, Pebur Mote, S.Kep., M.Kes., saat menerima kunjungan dua menteri di Stand Kabupaten Deiyai, Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (27/9/2026).

Dua menteri yang mengunjungi stand tersebut adalah Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Kunjungan itu turut dihadiri Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian.

Dalam kesempatan tersebut, Pebur memperkenalkan konsep MBG ala Deiyai yang mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di wilayah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu bahan pangan unggulan yang diperkenalkan adalah buah merah. Bahan pangan khas Papua ini dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti telur berbahan buah merah, sayur hitam atau Uguboo/Naapo, saus atau sambal buah merah, hingga bakso berbahan ikan Danau Tigi yang dikembangkan dengan tambahan buah merah.

“Untuk buat MBG ala Deiyai, kami siap. Yang penting bahan lokal yang banyak gizinya seperti buah merah,” jelas Pebur Mote.

Pebur menjelaskan, buah merah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan pangan. Selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan, buah merah juga dapat diolah menjadi minyak, sari buah, saus, dan sambal.

Bahkan, bagian biji dan sisa padatan buah merah juga berpotensi dimanfaatkan lebih lanjut melalui pengembangan produk olahan.

Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong masyarakat agar mengembangkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan mereka.

Melalui konsep MBG berbasis pangan lokal, Deiyai ingin menunjukkan bahwa kekayaan alam Papua dapat menjadi bagian dari pengembangan menu makanan bergizi, dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan pengolahan pangan yang sesuai.

Selain memperkenalkan bahan pangan lokal, konsep MBG ala Deiyai juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya Mama-Mama Deiyai.

Pebur mengatakan, Dinas P3AKB Kabupaten Deiyai siap melibatkan Mama-Mama Deiyai dalam pengelolaan dan pengembangan pangan lokal untuk mendukung kebutuhan makanan bagi generasi muda.

“Kami Dinas P3AKB Deiyai akan berdayakan seluruh Mama-Mama Deiyai untuk kelola bagi generasi muda Deiyai,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membuka peluang usaha melalui pengolahan bahan pangan yang berasal dari kebun, danau, serta lingkungan sekitar.

Dengan demikian, pengembangan pangan lokal tidak hanya diarahkan untuk mendukung penyediaan makanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan pangan daerah, Pebur Mote juga menyerahkan buku berjudul Makanan Bergizi Khas Deiyai kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Buku tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan ragam pangan khas Deiyai kepada pemerintah pusat sekaligus menyampaikan gagasan pengembangan makanan bergizi berbasis potensi lokal.

Momentum kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Deiyai tidak hanya melalui kerajinan tangan, noken, dan produk budaya, tetapi juga melalui kekayaan pangan lokal serta kreativitas masyarakat.

Kriya Nusa 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 26–30 September 2026. Ajang ini menjadi ruang promosi bagi produk kerajinan dan potensi daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Keikutsertaan Deiyai dalam kegiatan tersebut turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pangan lokal Papua kepada masyarakat luas dan pemerintah pusat.

Melalui gagasan MBG ala Deiyai, Pebur Mote mendorong pemanfaatan buah merah, ikan Danau Tigi, dan bahan pangan lokal lainnya sebagai bagian dari pengembangan makanan bergizi sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Gagasan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pengembangan pangan lokal yang melibatkan Mama-Mama Deiyai, sehingga potensi daerah tidak hanya dikenal melalui produk kerajinan dan budaya, tetapi juga melalui kekayaan kuliner khas Papua.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komunitas Ojek Deiyai Sampaikan Tiga Aspirasi, Begini Jawaban Bupati
Tepati Janji Beli 10 Perahu, Bupati Deiyai dan Frei Mote Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Meki Nawipa
Bupati Deiyai Serahkan Mesin Pompa Air kepada Tiga Kelompok Ternak
Gubernur Papua Tengah Tepati Janji, Beli 10 Ribu Bibit Cemara dari Kelompok Tani Maju Onago
Dinas Pertanian Deiyai Salurkan 300 Ekor Babi, Masyarakat Diminta Kembangkan Jadi Usaha Produktif
Hak Honor Nakes dan Tenaga Pendidikan Deiyai Segera Diproses, OPD Diminta Ajukan Tagihan
DWP BPKAD Deiyai Gelar Pertemuan Perdana, Perkuat Silaturahmi dan Kekompakan Anggota
PLN Survei Kampung Pekepa, Masyarakat Apresiasi Bupati Deiyai atas Rencana Pemasangan Listrik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 18:01 WIT

Pebur Mote Perkenalkan Konsep MBG Berbasis Pangan Lokal Deiyai kepada Dua Menteri di Kriya Nusa 2026

Wednesday, 23 September 2026 - 20:06 WIT

Tepati Janji Beli 10 Perahu, Bupati Deiyai dan Frei Mote Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Meki Nawipa

Wednesday, 23 September 2026 - 13:09 WIT

Bupati Deiyai Serahkan Mesin Pompa Air kepada Tiga Kelompok Ternak

Tuesday, 22 September 2026 - 09:05 WIT

Gubernur Papua Tengah Tepati Janji, Beli 10 Ribu Bibit Cemara dari Kelompok Tani Maju Onago

Saturday, 19 September 2026 - 17:05 WIT

Dinas Pertanian Deiyai Salurkan 300 Ekor Babi, Masyarakat Diminta Kembangkan Jadi Usaha Produktif

Berita Terbaru

Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui DP3AKB menggelar kegiatan Penggerakan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat.

Kesehatan

Pemkab Deiyai Perkuat Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi

Friday, 25 Sep 2026 - 17:25 WIT