Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai

Thursday, 6 August 2026 - 14:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Kali Oneibo di Kabupaten Deiyai dipadati masyarakat yang memanfaatkan sumber air selama musim kemarau. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar dan kawasan tetap bersih.

Muara Kali Oneibo di Kabupaten Deiyai dipadati masyarakat yang memanfaatkan sumber air selama musim kemarau. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar dan kawasan tetap bersih.

DEIYAI, SINAR BEMO – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Deiyai membuat Muara Kali Oneibo menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian, kawasan tersebut juga menjadi lokasi berkumpul warga untuk memanfaatkan sumber air yang masih tersedia.

Meningkatnya jumlah pengunjung di kawasan Muara Kali Oneibo membawa dampak positif karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun, di sisi lain kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran apabila kebersihan lingkungan tidak dijaga bersama.

Mewakili masyarakat, Mesak Pekei mengajak seluruh warga yang berkunjung ke Muara Kali Oneibo agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, setiap orang dipersilakan memanfaatkan kawasan tersebut untuk mandi maupun mencuci pakaian, tetapi harus disertai tanggung jawab untuk tidak membuang sampah sembarangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Silakan masyarakat mandi dan mencuci pakaian di Muara Kali Oneibo, tetapi mari kita sama-sama menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan karena lingkungan ini milik kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sampah yang dibuang ke aliran air maupun di sekitar lokasi dapat menimbulkan berbagai persoalan. Selain merusak keindahan lingkungan, sampah juga berpotensi menyumbat saluran pembuangan air sehingga mengganggu kelancaran aliran air dan menimbulkan genangan.

Menurut Mesak Pekei, menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Kesadaran setiap pengunjung menjadi kunci agar Muara Kali Oneibo tetap bersih, nyaman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama selama musim kemarau yang masih berlangsung.

Ia berharap setiap warga yang selesai mandi atau mencuci membawa kembali sampahnya atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan apabila tersedia. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjaga kualitas air.

Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Karena itu, keberadaan Muara Kali Oneibo menjadi sangat penting bagi masyarakat sekitar. Kondisi tersebut menuntut adanya kepedulian bersama agar sumber air tetap bersih dan tidak tercemar oleh limbah maupun sampah rumah tangga.

Masyarakat juga diimbau untuk saling mengingatkan apabila melihat ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Budaya saling peduli dan bergotong royong menjaga lingkungan dinilai menjadi solusi terbaik dalam mempertahankan kebersihan kawasan tersebut.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan Muara Kali Oneibo tetap menjadi sumber air yang bersih, sehat, dan nyaman dimanfaatkan oleh seluruh warga hingga musim kemarau berakhir.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Yesaya Giyai Kembangkan Pertanian Terpadu dan Penghijauan, Gubernur Nawipa Dorong Penanaman Bibit di Pegunungan
Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya
Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan
Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan
Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan
Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 18:03 WIT

Yesaya Giyai Kembangkan Pertanian Terpadu dan Penghijauan, Gubernur Nawipa Dorong Penanaman Bibit di Pegunungan

Sunday, 23 August 2026 - 06:56 WIT

Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya

Friday, 7 August 2026 - 00:12 WIT

Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan

Thursday, 6 August 2026 - 14:21 WIT

Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai

Tuesday, 21 July 2026 - 06:36 WIT

Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan

Berita Terbaru

CPNS, P3K, THK2 dan tenaga kontrak mengikuti apel gabungan di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (21/9/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Minta CPNS, P3K dan THK2 Tidak Ribut Soal Prajabatan

Monday, 21 Sep 2026 - 07:20 WIT