Lestarikan Jati Diri Suku Mee, SMA Negeri 1 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya

Friday, 27 February 2026 - 12:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa-siswi SMAN 1 Waghete tampil memukau dengan busana adat lengkap dalam Festival Seni Budaya Suku Mee.

Siswa-siswi SMAN 1 Waghete tampil memukau dengan busana adat lengkap dalam Festival Seni Budaya Suku Mee.

DEIYAI [SINAR BEMO] – Semangat pelestarian budaya leluhur membara di SMA Negeri 1 Waghete, Kabupaten Deiyai. Guna menanamkan kesadaran akan identitas suku Mee kepada generasi muda, sekolah tersebut menggelar Festival Seni Budaya khusus bagi siswa kelas XII pada Jumat (28/02).

​Sejak pagi hari, halaman sekolah tampak semarak dengan busana adat yang dikenakan para siswa. Siswa laki-laki tampil gagah mengenakan Koteka, Migabai (penutup kepala), Amaapa (penyilang dada), dan Kagamaapa (gelang lengan), lengkap dengan busur dan anak panah (Ukaa Mapega). Sementara itu, siswi perempuan tampak anggun dalam balutan Moge, baju kulit kayu rajut, serta noken khas Papua.

​Kepala Sekolah SMAN 01 Waghete, Mariana Adii, memimpin langsung barisan siswa menuju pusat pemerintahan Kabupaten Deiyai. Rombongan mengawali aksi dengan mengunjungi Dinas Pendidikan, dilanjutkan dengan tradisi Waitaa yang meriah. Perjalanan kemudian berlanjut ke Kantor Bupati Deiyai, di mana para siswa disambut hangat oleh Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Setelah berdialog singkat, para siswa kembali ke sekolah dengan berjalan santai sambil melakukan Yuu Waitaa mengelilingi Kota Waghete, menarik perhatian warga sekitar.

​”Kehadiran kami merupakan bentuk terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Bupati Deiyai, dan Gubernur Papua Tengah atas perhatian serius mereka terhadap dunia pendidikan di sini,” ujar Mariana Adii.

​Ia menambahkan bahwa festival ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ujian praktik seni budaya bagi kelas XII. Melalui penggunaan atribut lengkap, siswa diharapkan mampu menunjukkan kepada pemerintah dan orang tua bahwa mereka bangga akan jati diri sebagai orang Mee.

​”Kami ingin menanamkan rasa cinta budaya ini sejak dini, agar adik-adik kelas X dan XI juga termotivasi untuk menjaga warisan leluhur kita,” pungkasnya.

​Setibanya kembali di sekolah, kegiatan ditutup dengan atraksi budaya yang dibagi ke dalam empat kelompok. Penampilan mereka dinilai langsung oleh tim guru Seni Budaya sebagai bagian dari penilaian akhir sekolah. (PK) 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai
Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin
Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika
Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah
Kominfo Deiyai Fasilitasi 3 Titik Internet Starlink di Distrik Tigi Barat
Konflik Tapal Batas Kapiraya: Anggota DPR Papua Tengah Desak Kapolda Periksa Netralitas Aparat
Konflik Tapal Batas Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak MRP Papua Tengah Bentuk Pansus

Berita Terkait

Saturday, 28 March 2026 - 06:47 WIT

Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai

Friday, 20 March 2026 - 20:59 WIT

Tuesday, 17 March 2026 - 15:00 WIT

Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin

Thursday, 5 March 2026 - 17:32 WIT

Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika

Tuesday, 3 March 2026 - 08:23 WIT

Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah

Berita Terbaru

Pemerintahan

Asisten II Sekda Deiyai Buka Pelatihan Penginputan Data DTKS dan PBI

Wednesday, 15 Apr 2026 - 09:30 WIT

Ekonomi

Jadi Tukang Ojek di Deiyai, Peluang Ekonomi yang Menjanjikan

Friday, 27 Mar 2026 - 14:31 WIT