LKS Kabupaten Deiyai mendesak pemerintah segera tuntaskan konflik berdarah di Kapiraya

Friday, 13 February 2026 - 23:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LKS Kabupaten Deiyai mengkritik keras pembiaran konflik pertambangan yang telah menelan korban jiwa dan harta.

LKS Kabupaten Deiyai mengkritik keras pembiaran konflik pertambangan yang telah menelan korban jiwa dan harta.

Deiyai [SINAR BEMO] — Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kabupaten Deiyai melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Mimika terkait pembiaran konflik berkepanjangan di wilayah Kapiraya. Konflik yang dipicu oleh sengketa klaim wilayah dan aktivitas pertambangan ini telah menelan korban jiwa serta kerugian harta benda, yang dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak dasar masyarakat adat.

​Elipas Pakage, pengurus LKS Kabupaten Deiyai, menegaskan bahwa sejarah kepemilikan tanah di Kapiraya memiliki akar adat yang jelas dan tidak boleh diputus begitu saja oleh kepentingan korporasi.

“Siapa yang lebih dulu ada di Kapiraya pasti punya cerita sejarahnya. Mari kita selesaikan secara adat agar ada keadilan yang hakiki,” ujar Elipas dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​LKS Deiyai mendesak agar pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten tidak hanya melihat ini sebagai gangguan keamanan biasa, melainkan sebagai konflik agraria yang serius. Negara dituntut hadir bukan untuk membela kepentingan korporasi, melainkan untuk menjamin hak atas keamanan dan kesejahteraan sosial masyarakat asli Papua.

Selain pemerintah daerah, LKS juga menyoroti peran aparat keamanan di lapangan. Kehadiran personel keamanan di wilayah perselisihan dipertanyakan efektivitasnya karena gagal mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Keamanan sudah ada di lokasi, tapi mengapa korban jiwa dan harta tetap jatuh? Kami mendesak aparat untuk bersikap netral, profesional, dan tidak memihak pada kepentingan tertentu,” tegas Pakage.

LKS menilai penyelesaian konflik ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan strategi “keroyok” yang melibatkan pemerintah, LSM, dan yang paling krusial: Lembaga Adat. Pendekatan kultural dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mencapai perdamaian permanen yang menghormati martabat masyarakat setempat.

“Kami akan terus mengawal situasi ini hingga hak-hak masyarakat adat dihormati sepenuhnya. Jangan sampai ada lagi nyawa yang melayang di atas tanah mereka sendiri,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum
Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Berita Terkait

Wednesday, 11 March 2026 - 20:37 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya

Wednesday, 11 March 2026 - 20:02 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya

Wednesday, 11 March 2026 - 19:47 WIT

Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Berita Terbaru

Bupati Deiyai Melkianus Mote melantik Beatrix Waine sebagai Pj Kepala Kampung Wagomani di Deiyai, Senin (20/4/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Lantik Pj Kepala Kampung Perempuan Pertama di Wagomani

Monday, 20 Apr 2026 - 11:04 WIT