DEIYAI [SINAR BEMO] – Tim Harmonisasi dan Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Deiyai melakukan pendataan serta menerima aspirasi masyarakat Suku Mee di Distrik Kapiraya terkait berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat setempat. Rabu, 11/3/2026.
Anggota Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, SE, menjelaskan bahwa tim hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Deiyai atas penugasan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, untuk mendengar langsung keluhan, harapan, dan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mencari solusi yang baik demi menjaga keamanan, kedamaian, serta meningkatkan harkat dan martabat masyarakat di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan bersama masyarakat, sejumlah aspirasi penting disampaikan oleh masyarakat Suku Mee di Kapiraya.
Salah satu aspirasi utama adalah permintaan agar akses transportasi penerbangan di Kapiraya segera dibuka kembali. Masyarakat menilai transportasi udara sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan gereja di wilayah tersebut.
Selain itu, masyarakat juga meminta persoalan tapal batas wilayah segera dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui koordinasi antara tim provinsi dan Gubernur Papua Tengah berdasarkan laporan resmi dari Bupati Deiyai.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Gubernur Papua Tengah, dapat segera mengambil langkah penyelesaian agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik.
Tim Harmonisasi dan Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Deiyai menegaskan bahwa seluruh proses penyelesaian persoalan diharapkan dapat dilakukan secara damai, adil, dan bijaksana, demi menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera di wilayah Kapiraya.












