SMAK Aweidabi Gelar Pameran Seni dan Budaya: Kreativitas dari Barang Bekas Bernilai Estetis

Thursday, 14 August 2025 - 19:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Ayub Pigome bersama kepala-kepala OPD mengikuti acara pembukaan Pameran Seni dan Kreativitas siswa di halaman SMAK Aweidabi Deiyai pada 13 Agustus 2025.

Wakil Bupati Ayub Pigome bersama kepala-kepala OPD mengikuti acara pembukaan Pameran Seni dan Kreativitas siswa di halaman SMAK Aweidabi Deiyai pada 13 Agustus 2025.

Deiyai [SINAR BEMO] — 13 Agustus 2025, Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi, Kabupaten Deiyai, menggelar Pameran Seni dan Budaya yang menampilkan hasil karya para siswa dan siswi, Rabu (13/8). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan keterampilan anak-anak didik yang berhasil mengubah barang-barang bekas menjadi produk bernilai guna dan estetika.

Acara pembukaannya berlangsung meriah dengan menghadirkan Wakil Bupati Deiyai Ayub Pigome, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dewan guru, siswa-siswi, serta masyarakat sekitar.

Slogan Unik: “Antara Mati dan Hidup”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pameran kali ini mengusung slogan “Antara Mati dan Hidup”, terinspirasi dari lokasi sekolah yang berada di antara Gereja Katolik dan area pemakaman. Gereja melambangkan kehidupan, sementara kuburan melambangkan kematian—menggambarkan filosofi bahwa kreativitas adalah bagian dari kehidupan yang terus tumbuh di tengah keterbatasan.

Lima Ruang Pameran, Puluhan Karya Kreatif

Sebanyak lima ruang belajar disulap menjadi ruang pameran dengan berbagai kategori hasil karya siswa:

1. Kerajinan tangan : Pot hiasan dinding, pot bunga, dan kompor gas berbahan bakar bensin hasil inovasi siswa.

2. Kerajinan Noken : Rajutan dari kulit kayu dan benang, karya khas budaya Papua.

3. Stand Rohani & Karya Ilmiah : Buku rohani, atribut keagamaan, dan penelitian tentang budaya serta adat masyarakat Mee.

4. Kuliner : Bazar makanan tradisional Papua dan masakan nasional hasil makanan siswa-siswi.

5. Produk kreatif daur ulang : Barang-barang bekas yang diubah menjadi produk siap pakai.

Wakil Bupati dan para kepala OPD yang berkeliling setiap stan mengaku kagum dengan kreativitas siswa. Menurut mereka, karya yang dipamerkan sangat unik, langka, dan memiliki nilai estetika tinggi.

70% Bahan dari Sampah, 30% Dibeli

Ketua panitia pameran, Yanuarius Tarogong—guru Bahasa Inggris, lokakarya, dan kewirausahaan—menjelaskan bahwa sebagian besar bahan berasal dari barang bekas.

“Sekitar 70% bahan kami ambil dari sampah, sisanya 30% kami beli.Keunikan dari pameran ini adalah bagaimana siswa mampu mengubah barang yang tidak berguna menjadi bermanfaat,” jelasnya.

Persiapan dilakukan selama tiga minggu. Setiap kelompok siswa mendapatkan tanggung jawab mengelola satu stan, dengan pendampingan guru.

Berlanjut di Lapangan Thomas Adii Waghete

Pameran berlangsung selama tiga hari dan akan ditutup pada 18 Agustus 2025 di Lapangan Thomas Adii Waghete, berbarengan dengan kegiatan masyarakat.

Pendidikan Kreatif yang Mendidik Karakter

Kepala SMAK Aweidabi, Anton Badii, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter siswa.

“Anak-anak belajar memanfaatkan barang bekas menjadi produk siap pakai. Mereka juga dilatih untuk mencintai alam dan menjaga lingkungan,” tegasnya.

Ia berharap kreativitas ini menjadi bekal bagi siswa untuk masa depan, sekaligus membangun kesadaran bahwa dari keterbatasan bisa lahir karya yang bermakna.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Melkianus Mote Pastikan Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo Berjalan Sesuai Target
Mando Mote: 25 Gereja di Deiyai Bisa Ambil Bantuan Beras Mulai 12 Oktober
Ernest Kotouki: Tukang Putra Daerah Harus Kembangkan Talenta dan Kemampuan
Disnaker Deiyai Serahkan Bantuan Alat Pertukangan kepada 30 Tukang Lokal OAP
30 Unsur DWP Deiyai Dikukuhkan, Bupati Dorong Fokus pada Pendidikan, Ekonomi dan Sosial
Seragam DWP Dibagikan, Dinas Perumahan Deiyai Dorong Kekompakan Anggota
Dunia Usaha Mengkhawatirkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru Mengganggu Upaya Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
DWP Disnaker Deiyai Mulai Aktivitas Organisasi, Perempuan Diajak Berperan Aktif dalam Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 16:43 WIT

Bupati Melkianus Mote Pastikan Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo Berjalan Sesuai Target

Saturday, 10 October 2026 - 04:42 WIT

Mando Mote: 25 Gereja di Deiyai Bisa Ambil Bantuan Beras Mulai 12 Oktober

Thursday, 8 October 2026 - 17:48 WIT

Ernest Kotouki: Tukang Putra Daerah Harus Kembangkan Talenta dan Kemampuan

Wednesday, 7 October 2026 - 09:54 WIT

Disnaker Deiyai Serahkan Bantuan Alat Pertukangan kepada 30 Tukang Lokal OAP

Tuesday, 6 October 2026 - 20:46 WIT

30 Unsur DWP Deiyai Dikukuhkan, Bupati Dorong Fokus pada Pendidikan, Ekonomi dan Sosial

Berita Terbaru