Deiyai [SINAR BEMO] — Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai, Papua Tengah, menyampaikan Pernyataan Sikap yang tegas menyikapi tragedi dan konflik agraria yang melanda wilayah Kapiraya. Dengan latar belakang sejarah masuknya Injil melalui Kali Uta atau Kali Yawei yang kini menjadi zona konflik, para mama-mama Kingmi Deiyai menyerukan keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia serta hak ulayat.
Seruan ini didasari oleh Firman Tuhan, khususnya Keluaran 20:13, 15, 17 (“Jangan Membunuh,” “Jangan Mencuri,” dan “Jangan Mengingini”) serta Bilangan 19:4 (“Janganlah menggeser batas tanah sesamamu”).
Berikut adalah poin-poin revisi dan pernyataan sikap resmi yang disuarakan oleh Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan Sikap Pelayanan Perempuan Kingmi Koordinator Deiyai
1. Mengutuk Keras Pembunuhan Sadis: Kami, mama-mama Koordinator Deiyai, mengutuk keras dan menolak segala bentuk tindak pembunuhan secara sadis di atas tanah Papua.
2. Menuntut Proses Hukum: Pemerintah dan aparat penegak hukum harus segera memproses dan mengadili pelaku pembunuhan keji terhadap Gembala Neles Peuki yang dilaporkan dibakar hidup-hidup.
3. Penyelesaian Konflik Tanah Adat: Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Deiyai, dan Pemerintah Kabupaten Mimika diwajibkan untuk segera menyelesaikan secara adil dan bermartabat masalah sengketa tanah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro.
4. Meninjau Ulang Akses Transportasi Udara: Kami mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Mimika untuk mempertimbangkan kembali dan membicarakan kebijakan transportasi udara. Penggunaan akses ini untuk pendaratan (pendropan) masif aparat TNI/POLRI saat ini harus dihentikan sementara, karena dapat menimbulkan dan memperparah trauma psikologis bagi mama-mama dan anak-anak di Kapiraya.
5. Hormati Perempuan dan Generasi Papua: Hargai kami, perempuan Papua, yang melahirkan generasi penerus. Kami melahirkan anak bukan untuk dibunuh, melainkan untuk menjadi pewaris sah atas tanah adat ini.
6. Seruan Penghentian Kekerasan: Hentikan segera segala bentuk pembunuhan dan kekerasan secara sadis di wilayah ini.
7. Komitmen Damai Natal: Kami, mama-mama Koordinator Kingmi Deiyai, berkomitmen untuk saling berdamai dan merangkul, meskipun berada dalam kondisi duka, jeritan, dan tangisan. Kami menyambut kelahiran Yesus Kristus sesuai dengan Firman, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”






