Memukau Meeuwo: Pesta Musik dan Nostalgia di Hari Jadi Kabupaten Paniai

Sunday, 5 October 2025 - 07:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi Konser di Lapangan Karel Gobai Pada 4 Oktober 2025.

Situasi Konser di Lapangan Karel Gobai Pada 4 Oktober 2025.

Paniai [SINAR BEMO] — 4 Oktober 2025. Perayaan Hari Jadi Kabupaten Paniai tahun ini terasa begitu istimewa, memancarkan semangat dan kegembiraan yang melintasi batas-batas wilayah. Pusat perayaan di Paniai menjadi magnet yang menarik keramaian dari tiga kabupaten di wilayah Meeuwo: Paniai, Dogiyai, dan Deiyai. Bukan hanya sekadar peringatan usia, perayaan ini dihidupkan oleh janji hiburan dari musisi-musisi yang selama ini hanya bisa dinikmati melalui lantunan rekaman.

Penantian Panjang Sang Bintang dari PNG

​Sorotan utama jatuh pada kehadiran musisi ikonik dari Papua Nugini, Gedix Atege. Penantian publik terhadapnya begitu panjang. Kabar mengenai kedatangannya yang terkesan ‘lama’ berkat konektivitas panitia yang memerlukan upaya ekstra untuk mendatangkan artis luar negeri, justru menambah intensitas rasa penasaran masyarakat. Gedix, dengan gaya yang sederhana namun unik, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari momen santai masyarakat—baik saat bersantai di rumah, maupun sebagai teman setia dalam perjalanan panjang yang menantang antara Nabire dan Deiyai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Saat ia akhirnya melangkah di panggung, lautan massa yang datang dari tiga kabupaten Meeuwo bersorak gemuruh. Mereka hadir untuk sebuah pembuktian: menyaksikan langsung keaslian suara yang selama ini menghibur mereka. Saat suara Gedix mengalun melalui sistem suara (Sound System) milik Tribal, pengakuan spontan pun muncul: suara aslinya sama sekali tidak kalah jauh, bahkan nyaris identik dengan rekaman. Bagi banyak masyarakat, ini adalah puncak kegembiraan—sebuah momen personal dan emosional untuk melihat dan menyaksikan siapa itu Gedix Atege yang sesungguhnya di atas panggung Paniai.

Gelombang Dukungan Lokal untuk ‘Tuan Rumah’

​Namun, Gedix Atege tidak datang sendiri. Ia ditemani oleh musisi-musisi Papua lainnya yang tak kalah dinanti, seperti Gorby TCR dan Pace Santana, yang turut meramaikan panggung hiburan. Kehadiran mereka semakin memadatkan agenda perayaan dan memuaskan dahaga musik masyarakat.

​Di tengah euforia artis undangan, gelombang dukungan terhadap musisi lokal tuan rumah justru menciptakan narasi yang menghangatkan. Sosok Bertho Gobai—yang dikenal dan sangat difavoritkan oleh masyarakat di tiga kabupaten—sempat dikabarkan tidak akan tampil secara langsung. Berita ini sontak memicu reaksi yang masif. Dinding-dinding media sosial, khususnya Facebook, dibanjiri desakan dan komentar yang berbunyi senada: “Bertho itu tuan rumah, dia harus naik panggung!”

​Desakan yang begitu kuat dan tulus dari masyarakat adalah wujud kecintaan sejati. Mengindahkan situasi yang penuh desak tersebut, pada H-1 perayaan, Bertho Gobai memutuskan untuk bergabung. Ia segera berkolaborasi dengan Alie Band dan mempersiapkan tiga lagu andalannya, memastikan suaranya ikut merayakan tanah kelahirannya. Kehadirannya menjadi penutup manis, menegaskan bahwa perayaan ini adalah milik bersama.

Kolaborasi dan Keanekaragaman Musik Lokal

​Keterlibatan musisi tidak berhenti pada nama-nama besar di atas. Panitia secara cerdas melibatkan serangkaian grup musik lokal yang mewakili kekayaan talenta di wilayah Meeuwo. Selain Alie Band yang mengiringi Bertho, panggung Paniai juga diramaikan oleh Umagi Band, LMB (dari Paniai), Deiyai Yupiwo Band, dan KND Band.

​Tidak ketinggalan, Meeuwodide Band, sebuah kelompok unik yang anggotanya merupakan gabungan musisi berbakat dari Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, turut ambil bagian. Kolaborasi lintas kabupaten ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah simbol persatuan dan kebersamaan tiga kabupaten serumpun dalam bingkai budaya dan musik. Perayaan Hari Jadi Kabupaten Paniai pun sukses menjadi pesta rakyat yang berkesan, merayakan musik, nostalgia, dan semangat persatuan Meeuwo.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anace Yuppy Pantau Pembangunan Jalan Deiyai–Kapiraya, Serap Aspirasi Masyarakat
Pelajar Deiyai Raih Juara English Competition, Naomi Pigome: Anak Deiyai Mampu Bersaing
Orang Tua Memiliki Peran Penting, Anak-Anak Wajib Bersekolah Demi Masa Depan yang Lebih Baik
Peran Orang Tua Sangat Penting Mengawasi Penggunaan Handphone bagi Anak-anak
Aksi Sosial Demas Pekei, Antar Air Bersih Gratis untuk Lansia Saat Musim Kemarau
Bunda PAUD Deiyai Ajak Orang Tua Sekolahkan Anak Minimal Satu Tahun di PAUD Sebelum Masuk SD
Oya Pigome Soroti Maraknya Begal dan Curanmor di Papua Tengah, Minta Pemerintah Tingkatkan Keamanan
SMA Negeri 1 Tiom Gelar PLS 2026, Siswa Baru Dibekali Pendidikan Karakter dan Literasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Friday, 24 July 2026 - 22:28 WIT

Anace Yuppy Pantau Pembangunan Jalan Deiyai–Kapiraya, Serap Aspirasi Masyarakat

Thursday, 23 July 2026 - 17:16 WIT

Pelajar Deiyai Raih Juara English Competition, Naomi Pigome: Anak Deiyai Mampu Bersaing

Wednesday, 22 July 2026 - 17:19 WIT

Orang Tua Memiliki Peran Penting, Anak-Anak Wajib Bersekolah Demi Masa Depan yang Lebih Baik

Saturday, 18 July 2026 - 19:06 WIT

Aksi Sosial Demas Pekei, Antar Air Bersih Gratis untuk Lansia Saat Musim Kemarau

Friday, 17 July 2026 - 07:42 WIT

Bunda PAUD Deiyai Ajak Orang Tua Sekolahkan Anak Minimal Satu Tahun di PAUD Sebelum Masuk SD

Berita Terbaru