Deiyai [SINAR BEMO] — Siorus Ewainaibi Degei, penulis dan pemikir muda Papua, resmi memperkenalkan empat buku terbarunya yang ia sebut sebagai “nazar intelektual”. Keempat buku tersebut merangkum spektrum pemikiran yang luas, mulai dari sastra, filsafat kritis, teologi, hingga etika politik dekolonisasi.
Lahir dari refleksi mendalam atas realitas sosial-budaya di Tanah Papua, karya-karya ini bertujuan membongkar pakem kolonialisme dan rasisme epistemik yang masih bercokol di ruang ilmiah.
“Empat buku ini adalah melodi doa, rintihan nurani, sekaligus tawaran terapi dekolonisasi bagi Papua,” ujar Siorus dalam keterangan tertulisnya di Mauwa (28/01/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian karya tersebut meliputi:
Ratapan Papuana (2025): Mozaik cerpen yang mempersonifikasikan alam Papua sebagai Ibu yang merintih.
Dekolonisasi Rasisme Epistemik (2025): Pengantar filsafat kritis yang membawa pemikiran tokoh dunia ke dalam konteks lokal Papua.
Maria Mama Noken Kebenaran (2025): Refleksi etno-mariologi yang menggali wajah Bunda Maria dalam balutan budaya noken dan spiritualitas Melanesia.
Depapuanisme (2026): Sebuah tawaran etika baru untuk membebaskan diri dari hegemoni ideologi luar melalui jalan dekonstruksi-emansipatif.
Keempat buku ini diterbitkan oleh Edited Press Yogyakarta dan segera akan tersedia bagi publik melalui berbagai forum bedah buku dan distribusi terbatas.





