Deiyai [SINAR BEMO] — Gelombang kebahagiaan dan kebanggaan baru-baru ini melanda seluruh wilayah Papua. Momen bersejarah itu tercipta berkat kehadiran band reggae legendaris asal Afrika Selatan, Lucky Dube Band, yang sukses menggelar konser spektakuler di Jayapura. Di balik kesuksesan megah ini, berdiri satu nama yang menjadi motor penggerak utama: Gorby Sandy Peday, atau yang lebih dikenal dengan nama panggungnya, Gorby TCR (The Comen Rasta)—sosok yang kini dijuluki “King Reggae Papua.”
Kehadiran Lucky Dube Band di Jayapura, setelah sebelumnya tampil di Vanuatu, bukanlah perjalanan yang mulus. Menurut pengakuan Gorby, proses negosiasi dan persiapan untuk membawa band sekelas internasional ini ke Papua membutuhkan kerja keras dan dedikasi yang luar biasa. “Untuk menghadirkan Lucky Dube Band ini saya kerja 6 bulan,” ungkap Gorby. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa timnya bekerja tanpa henti selama enam bulan penuh, mempersiapkan segala kebutuhan logistik dan finansial, mulai dari biaya transportasi, akomodasi, kontrak artis, hingga pembangunan panggung megah yang akan menyambut para legenda.
Dari Keraguan Menjadi Keyakinan Kolektif
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi awal mengenai kehadiran Lucky Dube Band di Jayapura yang dijadwalkan pada 28 November 2025 sempat menimbulkan keraguan besar di kalangan masyarakat Papua. Membawa grup band legendaris dunia langsung ke tanah Papua terasa seperti mimpi yang sulit dipercaya. Namun, semua keraguan sirna ketika Gorby secara resmi mengumumkan pembukaan penjualan tiket masuk, baik secara daring maupun manual. Hal ini seketika menumbuhkan kepercayaan dan antusiasme yang membara di seluruh pelosok “Satu Papua.”
Getaran informasi ini menyebar laksana gempa kegembiraan. Responnya sungguh fenomenal: masyarakat berbondong-bondong menuju Jayapura. Dari Wamena saja, tercatat 32 mobil berbendera Rasta melakukan konvoi menuju ibu kota. Penonton dari Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan turut hadir, menunjukkan betapa besarnya kerinduan mereka akan musik reggae autentik yang dibawa oleh ikon-ikon dunia.
Tantangan di Balik Layar dan Komitmen Integritas
Perjalanan menghadirkan bintang internasional tentu tidak lepas dari tantangan. Konser yang mulanya direncanakan pada 28 November 2025 terpaksa ditunda hingga 3 Desember 2025. Penundaan ini diinformasikan Gorby pada tanggal 28 November, dengan alasan adanya masalah teknis terkait Visa Transit milik penyanyi utama Lucky Dube Band di salah satu negara, sebuah isu yang harus mereka urus sendiri sesuai klausul kontrak.
Di tengah euforia, Gorby juga sempat meluapkan kekesalannya melalui unggahan status pada Minggu, 14 Desember 2025. “Yang mau nonton harus punya kesadaran untuk beli tiket, kalau cuma modal dobrak Pagar dan ancam panitia saya harus 10 kali lipat,” tulisnya. Ungkapan ini menunjukkan komitmen Gorby untuk menjaga ketertiban dan menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam membeli tiket. Ia menekankan bahwa uang dari penjualan tiket adalah sumber pendanaan yang menutupi berbagai beban biaya operasional, sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap kerja keras tim penyelenggara dan seniman. Gorby ingin memastikan bahwa acara hiburan yang ia gelar juga menjadi media yang mempromosikan kearifan lokal dan pariwisata Papua tanpa menimbulkan masalah keamanan.
Momen Puncak di PTC Entrop
Akhirnya, pada 2 Desember 2025, Lucky Dube Band tiba di Jayapura dan keesokan harinya, 3 Desember, mereka menggemparkan panggung megah di PTC Entrop Jayapura. Begitu alunan musik dimulai, lagu-lagu yang tidak asing di telinga masyarakat Papua langsung membangkitkan histeria massa.
Kualitas penampilan mereka secara langsung ternyata tidak kalah dengan versi rekaman yang selama ini didengar. Performance versi asli yang mereka gaungkan di panggung besar tersebut benar-benar menghibur dan meninggalkan kesan mendalam. Hingga kini, banyak penonton yang masih mengunggah video dan status di media sosial, menunjukkan perasaan “Masih belum bisa Move On” dari getaran musik sang legenda. Musik dan lirik reggae yang mendalam dari Lucky Dube Band seolah-olah melekat erat dalam jiwa masyarakat Papua.
Visi Masa Depan King Reggae Papua
Kesuksesan konser Lucky Dube Band menegaskan komitmen Gorby TCR untuk terus menghadirkan seniman-seniman dan artis ternama dari mancanegara ke Papua. Visi Gorby tidak berhenti pada Lucky Dube; ia berambisi untuk membawa nama-nama besar lain seperti ALI CAMPBELL ft UB 40, ALPHA BLONDY, INNERCICLE, OYABA, MAKOMA, DAMIAN MARLEY, SHAGY BOOMBASTIC, MAOLI, ONETOX, JBOOG, dan banyak lagi.
Oleh karena itu, Gorby menekankan bahwa kesadaran untuk membeli tiket masuk adalah kunci. Dengan dukungan finansial dari masyarakat, ia dapat terus menyelenggarakan acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat nama Papua ke panggung dunia dan mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata lokal. Konser Lucky Dube Band bukan hanya sebuah pertunjukan musik, melainkan sebuah pernyataan bahwa Papua siap menjadi bagian dari peta pertunjukan musik internasional.






