DEIYAI, SINAR BEMO — Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Simson Rabi Mote, S.KM, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Mikroskopis Malaria bagi Analis Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai dan berlangsung di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Rabu (2/9/2026).
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dari PIKAT atau Lembaga Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jayapura, yakni Dr. Lalu Guntur Payasan, M.H.Kes, Indra T., S.Si., M.M.Kes, dan Risda Hartati, S.KM., M.Biomed.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya tenaga analis laboratorium di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Deiyai.
Materi yang diberikan dalam pelatihan ini mengangkat tema “Update Pemeriksaan Laboratorium di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.”
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam hari dengan peserta yang terdiri dari satu orang perwakilan RSUD Deiyai, masing-masing satu orang perwakilan dari 10 Puskesmas di Kabupaten Deiyai, serta tenaga dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Deiyai.
Dalam sambutannya, Simson Rabi Mote menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim narasumber dari Lembaga PIKAT yang hadir untuk memberikan materi dan berbagi pengetahuan kepada para tenaga kesehatan di Kabupaten Deiyai.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kompetensi dan memperbarui pengetahuan para tenaga analis, khususnya dalam pemeriksaan laboratorium dan mikroskopis malaria.
Ia berharap kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai dengan lembaga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pelatihan di masa mendatang.
“Kita perlu terus bekerja sama untuk meningkatkan kompetensi para tenaga analis. Saya berharap kerja sama seperti ini tidak hanya dilakukan kali ini, tetapi dapat terus berlanjut pada kesempatan-kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Simson menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sangat penting karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terus mengalami perubahan.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan selama enam hari tersebut dengan baik serta aktif mengikuti setiap materi yang diberikan oleh para narasumber.
Menurutnya, ilmu yang pernah diperoleh peserta selama menempuh pendidikan perlu terus diperbarui melalui pelatihan, diskusi, dan pertukaran pengalaman di lapangan.
“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan dengan baik. Mungkin ada ilmu yang pernah kita terima ketika kuliah dan sudah mulai kita lupakan. Melalui pelatihan ini, kita bisa kembali memperbarui pengetahuan dan saling berbagi pengalaman,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Deiyai masih menghadapi sejumlah keterbatasan, baik dari sisi ketersediaan tenaga maupun sarana dan peralatan laboratorium.
Namun demikian, ia berharap keterbatasan tersebut tidak menjadi hambatan bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Simson menilai peran tenaga analis laboratorium sangat penting dalam mendukung tenaga medis dan dokter dalam menegakkan diagnosis serta menentukan langkah penanganan penyakit.
Oleh karena itu, peningkatan kemampuan tenaga ATLM melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan profesionalisme tenaga kesehatan.
“Kami berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jika ada kekurangan atau hal-hal yang belum dipahami, mari kita gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi dan saling berbagi ilmu,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Simson Rabi Mote secara resmi membuka Pelatihan Mikroskopis Malaria bagi ATLM tersebut atas nama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai.
Ia berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan pemeriksaan laboratorium serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Deiyai.







Komentar