NABIRE, SINAR BEMO — Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, menggelar Seminar Pembekalan dan Pembinaan Rohani bagi pemuda dan pemudi pada Jumat, 21/8/2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Kingmi Efata, Karang Tumaritis, Nabire, tersebut diikuti pemuda dan pemudi baru, pemuda lama, serta simpatisan. Seminar ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda sekaligus menyambut dan mempersiapkan pemuda-pemudi baru untuk terlibat aktif dalam kehidupan gereja dan pelayanan.
Seminar menghadirkan lima materi utama yang berkaitan dengan kehidupan, pelayanan, karakter, kepemimpinan, serta pertumbuhan iman pemuda Kristen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi pertama tentang Etika Pergaulan Pemuda dan Pemudi Kristen disampaikan oleh Ev. Piter Anouw, S.Pd.K. Ia menekankan pentingnya membangun pergaulan yang mencerminkan iman Kristen melalui sikap saling menghormati, menjaga kesopanan, tanggung jawab, serta menjaga kekudusan diri.
Menurutnya, pemuda dan pemudi Kristen perlu memahami batas-batas pergaulan yang sesuai dengan kehendak Tuhan agar tidak terjerumus pada perilaku yang dapat merusak masa depan.
Materi kedua, Persatuan dan Kekompakan Pemuda-Pemudi dalam Pelayanan Gereja, disampaikan oleh Yonatan Adii.
Ia menjelaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama dalam pelayanan. Pemuda dan pemudi diharapkan memiliki satu hati, satu tujuan, dan satu semangat dalam melayani Tuhan meskipun memiliki perbedaan karakter, kemampuan, maupun latar belakang.
Kekompakan juga dinilai penting agar pelayanan dapat berjalan lebih kuat dan terarah. Karena itu, pemuda didorong untuk saling menghargai, membantu, menerima kritik dan saran, menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik, serta mengutamakan kepentingan pelayanan daripada kepentingan pribadi.
Materi ketiga mengenai Manajemen Waktu disampaikan oleh Naftali Pekei, S.T.
Ia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan mengatur dan menggunakan waktu secara bijaksana. Manajemen waktu diperlukan agar pemuda mampu membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, pelayanan, organisasi, kehidupan pribadi, dan istirahat.
Dalam pembinaan tersebut, peserta didorong untuk menentukan prioritas, meningkatkan kedisiplinan, menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, serta menggunakan waktu secara produktif.
Materi keempat, Manajemen Kepemimpinan, disampaikan oleh Yan Douw.
Dalam materi tersebut, kepemimpinan dipahami sebagai kemampuan untuk mengatur, mengarahkan, membimbing, memotivasi, serta mengembangkan anggota demi mencapai tujuan bersama.
Pemimpin yang baik, menurut materi tersebut, harus memiliki integritas dan kejujuran, mampu mendengar dan menghargai pendapat orang lain, menjadi teladan, bertanggung jawab terhadap keputusan, serta mampu membangun generasi muda melalui pembinaan dan pemberdayaan.
Khusus dalam pelayanan gereja, kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Seorang pemimpin dipandang sebagai pribadi yang bersedia melayani dengan kasih, kerendahan hati, tanggung jawab, dan keteladanan.
Materi kelima mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Iman Pemuda-Pemudi Kristen disampaikan oleh Hans Pigome, S.Th.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan iman merupakan proses untuk semakin mengenal Tuhan, memahami firman-Nya, membangun hubungan yang dekat dengan Kristus, serta menerapkan iman melalui perkataan, sikap, dan perbuatan sehari-hari.
Para pemuda didorong untuk membangun kehidupan doa yang konsisten, rajin membaca dan merenungkan firman Tuhan, aktif mengikuti ibadah dan persekutuan, memilih lingkungan pergaulan yang membangun, serta menggunakan talenta untuk melayani Tuhan dan sesama.
Dalam materi tersebut juga disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi pemuda Kristen saat ini, seperti pergaulan bebas, penggunaan media sosial yang tidak bijaksana, materialisme, serta menurunnya semangat pelayanan.
Karena itu, pemuda Kristen dinilai perlu memiliki dasar iman yang kuat, karakter yang baik, dan komunitas yang dapat mendukung pertumbuhan rohani.
Usai penyampaian kelima materi, Ketua Panitia Penerimaan Pemuda-Pemudi Baru, Markus Iyai, mengatakan bahwa seluruh materi yang diberikan diharapkan menjadi bekal penting bagi pemuda dan pemudi, khususnya Pemuda-Pemudi Jemaat Kingmi Efata.
“Kelima materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi pemuda dan pemudi Kristen untuk membangun karakter yang baik, menjaga persatuan dan kekompakan, mengatur waktu dengan bijaksana, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, serta terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan kepada Tuhan,” ujarnya.
Markus juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pengurus, serta pemuda-pemudi lama yang telah terlibat dalam kepanitiaan dan bekerja bersama selama proses persiapan kegiatan, termasuk dalam pencarian dana.
Ia berharap kebersamaan dan kerja sama yang telah dibangun dapat terus dipertahankan dalam pelayanan ke depan.
“Terima kasih kepada para pembina, pengurus, dan pemuda-pemudi lama yang sudah terlibat dalam kepanitiaan ini dan selalu bekerja bersama selama proses pencarian dana dan persiapan lainnya. Kiranya Tritunggal Allah memberkati,” katanya.
Seminar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembekalan, tetapi juga menjadi momentum bagi Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata untuk memperkuat pelayanan, membangun karakter generasi muda, serta menjangkau dan merangkul jiwa-jiwa baru untuk bertumbuh bersama dalam iman dan pelayanan gereja.













Komentar