DEIYAI, SINAR BEMO – Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, mulai berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Hampir setiap rumah tangga di berbagai kampung mengalami kehabisan persediaan air bersih akibat berkurangnya debit sumber mata air dan sungai yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Warga harus berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh menuju mata air atau sungai yang masih mengalir untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, tidak sedikit warga yang harus mengantre selama berjam-jam karena debit air semakin kecil.
Air yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti memasak, minum, mandi, mencuci pakaian, hingga keperluan sanitasi keluarga. Namun, jumlah air yang berhasil dibawa pulang sering kali tidak mencukupi kebutuhan seluruh anggota keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sejumlah wilayah, warga memanfaatkan jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung lainnya untuk menyimpan air sebanyak mungkin ketika masih tersedia. Persediaan tersebut biasanya hanya mampu bertahan satu hingga dua hari sebelum kembali habis.
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat banyak mata air mulai mengering. Aliran sungai yang biasanya menjadi tempat masyarakat mengambil air juga mengalami penyusutan debit secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama pada pagi dan sore hari ketika sebagian besar warga mencari air.
Kesulitan memperoleh air bersih tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Banyak anak harus membantu orang tua mengangkut air sehingga waktu belajar dan bermain ikut berkurang. Sementara itu, para lansia menghadapi tantangan yang lebih berat karena keterbatasan fisik untuk mengambil air dari lokasi yang jauh.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, minimnya ketersediaan air juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan. Kurangnya air bersih dapat memengaruhi kebersihan lingkungan dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit yang berkaitan dengan sanitasi.
Masyarakat berharap musim kemarau segera berakhir agar sumber-sumber air kembali normal. Di sisi lain, warga juga mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah melalui penyediaan bantuan air bersih maupun pembangunan sarana penyediaan air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, terutama di daerah-daerah yang setiap tahun mengalami kekeringan.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sekaligus mendukung kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Deiyai.







Komentar