DEIYAI SINAR BEMO – Pemerintah Kabupaten Deiyai secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Deiyai untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Momentum pelepasan tersebut dimanfaatkan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., untuk memberikan motivasi sekaligus menegaskan pentingnya menghidupkan kembali Gerakan Pramuka setelah peserta kembali ke daerah.
Upacara pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai dan dihadiri Kapolres Deiyai Kompol Sarifudin Ahmad, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deiyai, Asisten II Bidang Perekonomian Setda Deiyai, jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Deiyai, para pembina, orang tua peserta, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa bangga karena putra-putri terbaik Deiyai mendapat kepercayaan mewakili Kabupaten Deiyai sekaligus Provinsi Papua Tengah pada ajang pertemuan Pramuka terbesar di Indonesia. Ia menilai kesempatan tersebut merupakan pengalaman berharga yang harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun persaudaraan, dan memperluas wawasan kebangsaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Bupati, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, seluruh peserta diminta menjaga nama baik daerah selama mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
Dalam kesempatan itu, Melkianus Mote juga mengenang pengalamannya saat menjadi peserta Jambore Nasional di Cibubur pada tahun 1996. Pengalaman tersebut, katanya, menjadi salah satu titik awal pembentukan karakter yang membawanya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Deiyai.
“Pramuka mengajarkan saya tentang disiplin, keberanian, kerja sama, dan kepemimpinan. Nilai-nilai itu terus saya pegang dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah,” ujarnya.
Ia juga mengaku teringat masa-masa aktif sebagai anggota Pramuka ketika pertama kali tiba di Deiyai usai dilantik sebagai Bupati dan disambut oleh barisan anggota Pramuka. Momen tersebut, menurutnya, menjadi kenangan yang membangkitkan semangat untuk kembali memajukan organisasi kepramukaan di daerah.
Bupati kemudian menitipkan pesan khusus kepada seluruh kontingen agar tidak berhenti berkegiatan setelah Jambore Nasional berakhir. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama di Cibubur dapat dibawa pulang untuk membangun kembali aktivitas Pramuka di setiap gugus depan.
“Sepulang dari Jambore Nasional, saya berharap kalian menjadi pelopor. Aktifkan kembali kegiatan Pramuka di sekolah, ajak teman-teman bergabung, dan jadikan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda Deiyai,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada masa lalu kegiatan Pramuka tetap berjalan dengan baik meskipun fasilitas dan dukungan anggaran masih terbatas. Kini, pemerintah daerah berkomitmen memberikan perhatian yang lebih besar agar pembinaan kepramukaan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas.
Selain itu, Bupati mengusulkan agar Kwarcab Gerakan Pramuka Deiyai pada kegiatan berikutnya memberikan kesempatan kepada peserta dari kalangan masyarakat Nusantara yang berdomisili di Kabupaten Deiyai. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat akan memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh peserta menjadi teladan bagi generasi muda melalui sikap disiplin, semangat nasionalisme, serta menjaga budaya upacara bendera di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen kepada pimpinan kontingen, pemeriksaan kesiapan peserta, serta doa bersama sebelum rombongan bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.













Komentar