Deiyai [SINAR BEMO] — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kampung Okomotadi, Timotius Pekei, S.Pi, menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan sembako kepada masyarakat Kampung Okomotadi pada Senin (9/3/2026). Penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan transparan di hadapan masyarakat kampung.
Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial yang menyalurkan program bantuan sosial tahun 2026, yang mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) atau Program Perlindungan Sosial Ekstraordiner (PPSE).

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain program tersebut, pemerintah daerah juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp70 juta untuk setiap kampung, serta bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng bagi masyarakat yang membutuhkan.
Plt. Kepala Kampung Okomotadi, Timotius Pekei, mengatakan bahwa dalam proses pembagian bantuan, pemerintah kampung mengutamakan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Prioritas penerima bantuan adalah Dobiyo (yatim piatu), Miya (janda atau duda), dan Daba (masyarakat miskin). Selain itu juga diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pendeta dan gembala, sesuai dengan data yang telah kami himpun,” jelas Timotius.

Ia menjelaskan bahwa kepada kelompok Dobiyo, Miya, dan Daba, pemerintah kampung secara langsung membagikan uang tunai, beras sebanyak 10 kilogram, serta minyak goreng.
Kehadiran Timotius Pekei sebagai Plt. Kepala Kampung disebut masyarakat sebagai pembawa perubahan di Kampung Okomotadi. Warga mengaku bahwa dalam beberapa tahun terakhir mereka belum pernah merasakan pembagian bantuan sosial maupun pengelolaan dana desa secara langsung.
Menurut Timotius, suasana haru bahkan sempat terjadi saat proses pembagian bantuan berlangsung.
“Ketika kami membagikan uang, beras, dan minyak goreng, banyak masyarakat yang menangis. Mereka mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir belum pernah tersentuh bantuan sosial maupun dana desa,” ujarnya.

Secara spontan, beberapa warga juga mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka tidak pernah menerima bantuan seperti ini karena dana yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat diduga tidak sampai kepada mereka.
Dengan adanya pembagian bantuan secara terbuka ini, pemerintah kampung berharap bantuan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kepercayaan warga terhadap pengelolaan program sosial di tingkat kampung.












