Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai Gelar Pelatihan Juru TB: Upaya Penguatan Deteksi Dini dan Penanggulangan Tuberkulosis di Daerah

Tuesday, 29 July 2025 - 19:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta dan narasumber pelatihan Juru Tuberkulosis (TB) berfoto bersama usai pembukaan kegiatan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petugas TB dari 10 Puskesmas dalam upaya deteksi dini dan penanggulangan TB.

Para peserta dan narasumber pelatihan Juru Tuberkulosis (TB) berfoto bersama usai pembukaan kegiatan yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petugas TB dari 10 Puskesmas dalam upaya deteksi dini dan penanggulangan TB.

Deiyai [SINAR BEMO] — Dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai mengadakan kegiatan Pelatihan Juru Tuberkulosis (TB) yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai. Selasa, 29 Juli 2025.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, serta diikuti oleh para penanggung jawab Program TB dari 10 Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Deiyai. Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Mando Mote, S.IP, yang juga memberikan sambutan pembuka sekaligus arahan strategis mengenai upaya percepatan eliminasi TB di wilayahnya.

Dalam sambutannya, Mando Mote menegaskan pentingnya penguatan deteksi dini TB melalui skrining aktif di masyarakat. Menurutnya, skrining merupakan langkah awal yang krusial dalam memutus rantai penularan penyakit TB, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Skrining Tuberkulosis merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi TB, baik pada orang yang memiliki gejala maupun yang tidak. Melalui skrining aktif, kita bisa menemukan kasus TB sedini mungkin dan segera memberikan pengobatan, sehingga dapat mencegah penyebaran yang lebih luas,” ujar Mando Mote.

Fokus pada Pencegahan dan Pemberdayaan Petugas Lapangan

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para petugas Program TB di tingkat Puskesmas dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang memadai. Materi pelatihan mencakup pengenalan gejala TB, prosedur skrining dan diagnosis, tata laksana pengobatan, pencatatan dan pelaporan kasus, serta pendekatan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Para narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah turut menyampaikan perkembangan terkini mengenai kebijakan nasional dalam program penanggulangan TB, termasuk integrasi skrining TB dengan layanan kesehatan lainnya, serta strategi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan TB hingga ke daerah pelosok.

Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan tukar pengalaman antar petugas dari Puskesmas, yang menghadapi tantangan serupa di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga hambatan geografis dalam menjangkau wilayah yang terpencil.

Harapan Mewujudkan Deiyai Bebas TB

Dengan adanya pelatihan ini, Dinas Kesehatan Deiyai berharap terbentuknya tim Juru TB yang andal dan proaktif dalam menjalankan tugasnya. Diharapkan mereka tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga agen perubahan dalam menyosialisasikan pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB secara tuntas di komunitas masing-masing.

“Kami menargetkan agar setiap Puskesmas memiliki Juru TB yang kompeten dan siap terjun ke masyarakat. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap kasus TB dapat ditemukan, diobati, dan diawasi sampai sembuh,” tegas Mando Mote.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mendukung target nasional eliminasi TB pada tahun 2030, sekaligus mencerminkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan provinsi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, Dinas Kesehatan Deiyai menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam mengatasi penyakit menular yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat Papua Tengah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemkab Deiyai Teken MoU Akreditasi 10 Puskesmas dan RSUD
Kepala Puskesmas Waghete Serahkan Laptop dan Printer untuk Dukung Persiapan Akreditasi
Dinkes Deiyai Matangkan Persiapan Akreditasi, Libatkan RSUD Waghete dan 10 Puskesmas
Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien, KPA Deiyai Bentuk Tim Pendamping ODHA di Waghete
Percepat Akreditasi RSUD, Dinkes Deiyai Mantapkan Sinergi Layanan Kesehatan 2026
Sidak RSUD Waghete, Kadinkes Deiyai Tegaskan Pembenahan Total: “Pelayanan Tak Boleh Vakum!”
Perkuat Layanan Dasar, Kadis Kesehatan Deiyai Paparkan 4 Program Prioritas 2026
Sertijab Kapus Waghete: Fransina Rumbiak Mote Tekankan Keberlanjutan Pelayanan Kesehatan

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 04:30 WIT

Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan, Pemkab Deiyai Teken MoU Akreditasi 10 Puskesmas dan RSUD

Wednesday, 25 February 2026 - 13:25 WIT

Kepala Puskesmas Waghete Serahkan Laptop dan Printer untuk Dukung Persiapan Akreditasi

Wednesday, 25 February 2026 - 07:48 WIT

Dinkes Deiyai Matangkan Persiapan Akreditasi, Libatkan RSUD Waghete dan 10 Puskesmas

Tuesday, 24 February 2026 - 08:09 WIT

Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien, KPA Deiyai Bentuk Tim Pendamping ODHA di Waghete

Monday, 2 February 2026 - 20:55 WIT

Percepat Akreditasi RSUD, Dinkes Deiyai Mantapkan Sinergi Layanan Kesehatan 2026

Berita Terbaru