Tiga Sanggar Deiyai Tampilkan Kerajinan Khas Papua di Kriya Nusa 2026 Jakarta

Sunday, 27 September 2026 - 20:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DEIYAI, SINAR BEMO — Tiga sanggar kerajinan lokal Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, turut ambil bagian dalam ajang Kriya Nusa 2026 yang berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai, ketiga sanggar tersebut membawa beragam produk kerajinan khas Deiyai untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Ketiga sanggar tersebut adalah Sanggar Embun Deiyai yang dipimpin Mama Mince Pekei, Sanggar Tagi-Tagi yang dipimpin Mama Yuliana Madai, serta Sanggar SMAK Aweidabi Deiyai yang diwakili oleh Ibu Guru Veronika Adii.
Sekretaris Dekranasda Kabupaten Deiyai, Yolanda Asmuruf, menjelaskan bahwa ketiga sanggar tersebut merupakan juara dalam pergelaran pesta rakyat yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 di Kompleks Perkantoran Kabupaten Deiyai.

Menurut Asmuruf, keikutsertaan mereka dalam Kriya Nusa 2026 tidak sekadar untuk memamerkan produk kerajinan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta pemanfaatan bahan alam lokal Kabupaten Deiyai di tingkat nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai hasil kerajinan dipamerkan, mulai dari aneka motif dan jenis noken atau agiya, noken perempuan atau yato, topi, baju, rok, kalung, anting-anting, anak panah sebagai aksesori, hiasan dinding, gelang, pita, hingga jepit rambut.

“Berbagai hasil karya dibawa dan dipamerkan, mulai dari berbagai motif dan jenis noken atau agiya, noken perempuan atau yato, topi, baju, rok, kalung, anting-anting, anak panah sebagai aksesori perhiasan, hiasan dinding, gelang, pita hingga jepit rambut,” jelas Asmuruf kepada Sinar Bemo di Kompleks JICC, Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Selain produk jadi, ketiga sanggar turut memperkenalkan sejumlah bahan mentah lokal yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan masyarakat Deiyai. Bahan-bahan tersebut antara lain anggrek atau toya, tali pintalan dari kulit kayu atau bebi, manik-manik atau kaapoo, serta widime.

“Seluruh bahan dan produk tersebut merupakan bagian dari kekayaan alam serta kreativitas masyarakat Deiyai yang selama ini diwariskan dan dikembangkan oleh para perajin, khususnya Mama-Mama Deiyai,” katanya.

Asmuruf menambahkan, kehadiran para perajin dalam ajang nasional tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Deiyai tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan budaya.
Dengan membawa karya dari daerah yang dikenal dengan semboyan “Negerinya Para Intelektual”, para perajin turut memperkenalkan identitas dan kebanggaan Kabupaten Deiyai kepada masyarakat di tingkat nasional.

Bukan Sekadar Pameran, SMAK Aweidabi Belajar Pemasaran

Salah satu peserta, Veronika Adii, mengatakan bahwa keikutsertaan Sanggar SMAK Aweidabi Deiyai dalam Kriya Nusa 2026 tidak hanya bertujuan memamerkan hasil karya. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para guru dan anak-anak sanggar untuk belajar mengembangkan serta memasarkan produk berbahan lokal.

“Terima kasih banyak buat Dekranasda Deiyai yang sudah libatkan kami untuk belajar berkreasi dan belajar untuk pemasaran melalui Kriya Nusa ini. Semoga dengan kegiatan ini kami bisa kembali dan kembangkan melalui sanggar kami bersama anak-anak di Sanggar SMAK Aweidabi Deiyai,” ujar Veronika.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kegiatan berskala nasional memberikan pengetahuan baru tentang cara mengemas, memperkenalkan, dan memasarkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Veronika berharap Pemerintah Kabupaten Deiyai dapat terus memberikan perhatian serta melibatkan Sanggar SMAK Aweidabi Deiyai dalam berbagai kegiatan serupa pada masa mendatang.

Ia juga berharap sinergi antara Dinas Pariwisata dan Dekranasda Kabupaten Deiyai dengan berbagai sanggar dapat semakin diperkuat.

Menurut Veronika, kerja sama tersebut penting untuk mendorong sanggar-sanggar di Deiyai berkembang menjadi kelompok yang kuat, sekaligus memperluas pemasaran produk olahan dan kerajinan berbahan alam lokal.

“Harapan kami, melalui Dinas Pariwisata dan Dekranasda, kerja sama dengan sanggar-sanggar semakin dipererat agar menjadi kelompok yang kuat di Deiyai bersama sanggar lainnya. Dengan begitu, hasil olahan dan kreasi produk dari alam dan tanah Deiyai bisa dipasarkan lebih luas lagi,” katanya.

Pengalaman Pertama Mama Yuliana Madai ke Jakarta

Sementara itu, Mama Yuliana Madai mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti Kriya Nusa 2026 di Jakarta.

Baginya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di Jakarta. Ia juga merasa bangga karena dapat membawa nama Kabupaten Deiyai melalui karya kerajinan lokal.

“Saya pengalaman pertama ke Jakarta sekaligus bisa bawa nama baik Kabupaten Deiyai. Terima kasih Dekranasda Deiyai,” ujar Mama Yuliana.

Keikutsertaan tiga sanggar dalam Kriya Nusa 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kerajinan lokal sekaligus mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, pendidikan keterampilan, dan pengembangan akses pasar bagi para perajin.
Melalui ajang tersebut, kerajinan khas Deiyai mendapat kesempatan untuk dikenal lebih luas.

Berbagai bahan dari alam dan tanah Deiyai diolah oleh tangan-tangan kreatif Mama-Mama Deiyai menjadi karya yang membawa identitas, cerita, dan kebanggaan daerah ke panggung nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dekranasda Deiyai Promosikan Agiya dan Kerajinan Khas Papua di Kriya Nusa 2026
Gubernur Nawipa Apresiasi Galeri Budaya Deiyai, Akan Jadi Ruang Pelestarian dan Penyelesaian Adat
Ketua Dekranasda Deiyai Ikuti Puncak Peringatan HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar
Produk Unggulan Deiyai Curi Perhatian di Pameran HUT ke-46 Dekranas 2026 di Makassar
Dekranasda Deiyai Tiba di Makassar, Siap Promosikan Kerajinan Lokal pada HUT ke-46 Dekranas 2026
Lewat Anyaman Honai, Ance Adii Harumkan Nama Deiyai di Festival TIFA 2026
Prestasi Gemilang! Deiyai Sapu Bersih Sejumlah Penghargaan di Festival TIFA 2026
Perekda Deiyai Angkat Cita Rasa Kuliner Tradisional di Festival TIFA

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 20:19 WIT

Tiga Sanggar Deiyai Tampilkan Kerajinan Khas Papua di Kriya Nusa 2026 Jakarta

Saturday, 26 September 2026 - 18:55 WIT

Dekranasda Deiyai Promosikan Agiya dan Kerajinan Khas Papua di Kriya Nusa 2026

Wednesday, 9 September 2026 - 10:43 WIT

Gubernur Nawipa Apresiasi Galeri Budaya Deiyai, Akan Jadi Ruang Pelestarian dan Penyelesaian Adat

Friday, 10 July 2026 - 19:21 WIT

Ketua Dekranasda Deiyai Ikuti Puncak Peringatan HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall Makassar

Thursday, 9 July 2026 - 17:37 WIT

Produk Unggulan Deiyai Curi Perhatian di Pameran HUT ke-46 Dekranas 2026 di Makassar

Berita Terbaru

Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui DP3AKB menggelar kegiatan Penggerakan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat.

Kesehatan

Pemkab Deiyai Perkuat Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi

Friday, 25 Sep 2026 - 17:25 WIT