DEIYAI, SINAR BEMO — SMP YPPK Waghete, Kabupaten Deiyai, menyatakan kesiapan untuk mengikuti ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Nabire pada akhir Agustus mendatang.
Gala Siswa Indonesia merupakan kompetisi sepak bola tingkat pelajar SMP yang diselenggarakan secara berjenjang oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai wadah pencarian dan pembinaan talenta muda di bidang olahraga.
Kepala SMP YPPK Waghete, Herlince Tatogo, mengatakan persiapan menghadapi GSI telah dilakukan sejak Juli 2026. Hal itu disampaikan saat ditemui di Lapangan Timipotu, Deiyai, Kamis (12/8/2026) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Herlince, sekolahnya menerima informasi langsung dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah terkait pelaksanaan GSI. Selain itu, petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan juga telah diterima sejak bulan lalu.
“Sejak bulan Juli kami sudah mulai berlatih. Anak-anak sangat antusias mengikuti latihan meskipun fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas,” ujarnya.
Untuk mempersiapkan tim, pihak sekolah mempercayakan proses pembinaan kepada Marselus Tekege dan Daud Madai. Keduanya secara rutin melatih para siswa agar mampu tampil maksimal pada kompetisi tingkat provinsi tersebut.
Herlince mengaku telah menyampaikan rencana keikutsertaan SMP YPPK Waghete kepada Bupati Deiyai, Melkianus Mote. Menurutnya, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi sekolah dalam ajang tersebut.
“Bupati sudah memberikan respons yang sangat positif. Kami siap membawa anak-anak ke Nabire untuk mengikuti GSI,” katanya.
Sementara itu, Marselus Tekege mengaku bangga atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, Deiyai memiliki banyak potensi di bidang sepak bola yang perlu mendapat perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan.
Ketua Askab Deiyai itu menjelaskan bahwa latihan yang dilaksanakan tidak hanya diikuti oleh siswa SMP, tetapi juga diikuti oleh sejumlah anak usia sekolah dasar yang memiliki minat besar terhadap sepak bola.
“Kami melihat banyak anak yang datang mengikuti latihan. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap sepak bola usia dini di Deiyai sangat besar,” ujar Marselus.
Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah maupun masyarakat, dapat bersama-sama mendukung pengembangan sepak bola usia dini sehingga lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Deiyai di masa mendatang.







Komentar