Deiyai (SINAR BEMO] — Mengawali tahun baru 2026 dengan semangat pelestarian budaya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menggelar Karnaval Budaya pada Kamis, 1 Januari 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi simbol kebangkitan identitas lokal masyarakat Deiyai.
Peserta karnaval memulai perjalanan dari depan Aula Tuyana menuju Kantor Bupati Deiyai. Dengan mengenakan busana adat lengkap, para peserta berjalan sembari melantunkan nyanyian khas suku Mee yang menggema di sepanjang rute perjalanan. Kemeriahan memuncak saat rombongan tiba di halaman kantor bupati.
Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara dari Dekranasda Deiyai atas kerja keras mereka menyukseskan acara tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tonggak sejarah baru bagi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Pelaksanaan karnaval ini adalah tahun pertama, sama seperti perayaan Natal kemarin yang juga tahun pertama. Ini adalah tradisi baik yang akan terus kita laksanakan secara rutin setiap tahun,” ujar Melkianus Mote.
Satu hal menarik yang ditekankan oleh Bupati dalam kesempatan tersebut adalah instruksi mengenai tata cara pembukaan acara resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Mulai 1 Januari 2026, Melkianus menegaskan bahwa setiap kegiatan, baik yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta, wajib dibuka dengan memukul Ukaa Mapega.
”Mulai hari ini, setiap kegiatan harus dibuka dengan memukul Ukaa Mapega. Jangan lagi menggunakan tifa atau sekadar mengetuk mikrofon. Kita harus menonjolkan budaya kita,” tegasnya.
Selain parade budaya, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian bingkisan kepada masyarakat. Pemerintah daerah membagikan alat-alat kerja produktif seperti sekop dan parang, sebagai simbol dukungan bagi produktivitas warga di awal tahun.
Acara ini diharapkan dapat mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya suku Mee kepada generasi muda dan dunia luar.






