Lestarikan Identitas Suku Mee, Bupati Deiyai Wajibkan Penggunaan “Ukaa Mapega” di Setiap Acara Resmi

Friday, 2 January 2026 - 05:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Melkianus Mote resmi mewajibkan pemukulan 'Ukaa Mapega' sebagai simbol pembukaan setiap kegiatan resmi di lingkungan Kabupaten Deiyai.

Bupati Melkianus Mote resmi mewajibkan pemukulan 'Ukaa Mapega' sebagai simbol pembukaan setiap kegiatan resmi di lingkungan Kabupaten Deiyai.

Deiyai (SINAR BEMO] — Mengawali tahun baru 2026 dengan semangat pelestarian budaya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan Pemerintah Daerah menggelar Karnaval Budaya pada Kamis, 1 Januari 2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi simbol kebangkitan identitas lokal masyarakat Deiyai.

​Peserta karnaval memulai perjalanan dari depan Aula Tuyana menuju Kantor Bupati Deiyai. Dengan mengenakan busana adat lengkap, para peserta berjalan sembari melantunkan nyanyian khas suku Mee yang menggema di sepanjang rute perjalanan. Kemeriahan memuncak saat rombongan tiba di halaman kantor bupati.

​Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara dari Dekranasda Deiyai atas kerja keras mereka menyukseskan acara tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan tonggak sejarah baru bagi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Pelaksanaan karnaval ini adalah tahun pertama, sama seperti perayaan Natal kemarin yang juga tahun pertama. Ini adalah tradisi baik yang akan terus kita laksanakan secara rutin setiap tahun,” ujar Melkianus Mote.

​Satu hal menarik yang ditekankan oleh Bupati dalam kesempatan tersebut adalah instruksi mengenai tata cara pembukaan acara resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Mulai 1 Januari 2026, Melkianus menegaskan bahwa setiap kegiatan, baik yang diselenggarakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta, wajib dibuka dengan memukul Ukaa Mapega.

​”Mulai hari ini, setiap kegiatan harus dibuka dengan memukul Ukaa Mapega. Jangan lagi menggunakan tifa atau sekadar mengetuk mikrofon. Kita harus menonjolkan budaya kita,” tegasnya.

​Selain parade budaya, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian bingkisan kepada masyarakat. Pemerintah daerah membagikan alat-alat kerja produktif seperti sekop dan parang, sebagai simbol dukungan bagi produktivitas warga di awal tahun.

​Acara ini diharapkan dapat mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya suku Mee kepada generasi muda dan dunia luar.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika
Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah
Lestarikan Jati Diri Suku Mee, SMA Negeri 1 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya
Kominfo Deiyai Fasilitasi 3 Titik Internet Starlink di Distrik Tigi Barat
Konflik Tapal Batas Kapiraya: Anggota DPR Papua Tengah Desak Kapolda Periksa Netralitas Aparat
Konflik Tapal Batas Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak MRP Papua Tengah Bentuk Pansus
Tingkatkan Disiplin, Kepala Dinas Pertanian Deiyai Bagikan Seragam Batik Korpri dari Dana Kebijakan Pribadi
Buka Muspas Mee VIII, Gubernur Nawipa: Gereja Adalah Mitra Strategis Membangun SDM Papua Tengah

Berita Terkait

Thursday, 5 March 2026 - 17:32 WIT

Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika

Tuesday, 3 March 2026 - 08:23 WIT

Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah

Friday, 27 February 2026 - 12:31 WIT

Lestarikan Jati Diri Suku Mee, SMA Negeri 1 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya

Saturday, 14 February 2026 - 20:11 WIT

Kominfo Deiyai Fasilitasi 3 Titik Internet Starlink di Distrik Tigi Barat

Friday, 13 February 2026 - 22:30 WIT

Konflik Tapal Batas Kapiraya: Anggota DPR Papua Tengah Desak Kapolda Periksa Netralitas Aparat

Berita Terbaru