Deiyai [SINAR BEMO] — Mewakili Bupati Deiyai, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deiyai, Ambrosius Eria, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan mengenai Manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi Tenaga Kerja Non-ASN. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Papua Tengah di Aula Sekretariat Dewan pada Rabu (17/12/2025).
Mengawali sambutannya, Sekda Ambrosius Eria menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Deiyai dikarenakan agenda kedinasan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif prioritas Bupati untuk memberikan perlindungan sosial bagi tenaga kerja, masyarakat kurang mampu, janda, duda, serta anak yatim piatu.
”Program ini adalah prioritas untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Negara hadir untuk memastikan kepastian hidup warganya melalui jaminan sosial, sehingga masyarakat tidak berjuang sendirian dalam menghadapi risiko sosial dan ekonomi,” ujar Ambrosius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan adalah instrumen negara untuk memenuhi hak dasar masyarakat, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, pensiun, hingga jaminan kematian.
”Kita harus mengubah pola pikir. Program pemerintah hadir bukan untuk membebani, melainkan untuk menyelamatkan. Ini adalah tangan negara melalui Pemerintah Daerah untuk menolong masyarakat saat sakit atau tertimpa musibah,” tambahnya.
Sekda menyoroti pentingnya validitas data kepesertaan. Ia mengungkapkan bahwa anggaran sekitar Rp1 miliar seringkali mengendap di kas daerah hanya karena data peserta yang tidak jelas atau tidak valid. Jika data akurat, manfaat tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat.
Lebih lanjut, ia memaparkan rencana strategis Bupati untuk tahun depan. Jika kondisi APBD kembali normal, Pemerintah Kabupaten Deiyai menargetkan perlindungan bagi 15.000 tenaga kerja yang iurannya akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
Di akhir sambutannya, Ambrosius meminta para peserta untuk menyimak materi dengan serius dan aktif bertanya. Ia juga berpesan kepada narasumber agar menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat lokal.
”Gunakan bahasa yang merakyat agar informasi ini tidak terhalang kendala bahasa. Saya berharap setelah dari sini, Bapak dan Ibu bisa menjadi penyambung lidah bagi warga lainnya mengenai manfaat besar menjadi peserta BPJS,” tutupnya.






