Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan

Thursday, 27 November 2025 - 12:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR PT

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR PT

Deiyai ​​[SINAR BEMO] — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika yang dipimpin Bupati Johannes Retop untuk mengirim 70 personel keamanan ke wilayah Kapiraya pascakonflik di Kampung Mogodagi menuai kritik keras. Langkah tersebut dinilai bukan solusi, melainkan berpotensi memperburuk situasi.

​Donatus Mote, Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR PT, dengan tegas mendesak Bupati Retop untuk mengganti fokus dari pengerahan keamanan menjadi fasilitasi penyelesaian masalah tapal batas secara adat Papua.

​Menurut Donatus Mote, akar masalah di Kapiraya adalah menetapkan tapal batas yang melibatkan Suku Kamoro dan Suku Mee. Ia menekankan bahwa Pemerintah Mimika seharusnya memfasilitasi pertemuan antara kedua suku pemilik hak ulayat ini untuk mencapai kesepakatan damai melalui mekanisme adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Pemerintah Kabupaten Mimika jangan dengan sengaja memperkeruh situasi di Kapiraya. Bukan kirim anggota keamanan, tapi berupaya untuk menyelesaikan masalah. Kirim keamanan ke Kapiraya itu hanya menambah masalah di atas masalah yang tidak mampu diselesaikan oleh bupati Mimika,” ujar Donatus.

​Donatus Mote juga menyoroti dugaan keterlibatan Suku Kei dalam konflik di Kampung Mogodagi. Ia menyatakan Suku Kei adalah suku pendatang yang tidak memiliki hak atas tanah adat di Kapiraya, sehingga keterlibatan mereka murni sebagai pemicu konflik.

Lebih lanjut, ia menuntut penegakan hukum atas tindakan kriminal yang terjadi, termasuk pembunuhan dan pembakaran terhadap seorang pendeta yang diduga dilakukan oleh oknum Suku Kei. “Pelaku harus ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku di republik ini,” tegasnya.

​Keputusan Bupati Mimika mengirimkan 70 personel keamanan yang dianggap sebagai langkah yang sangat berbahaya dan tidak bijaksana.

​“Tindakan seperti ini hanya menambah masalah di kampung Kapiraya. Pengiriman anggota itu hanya menambah luka batin keluarga korban atau suku yang menjadi korban di kampung Mogodagi Kapiraya,” tutup Donatus Mote, seraya berharap Bupati Mimika dapat segera mengambil langkah-langkah nyata untuk memfasilitasi penyelesaian adat demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di Kapiraya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro
KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote
Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai
Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai
Resmi Buka Mini Lokakarya Asisten II Mesak Pakage Serahkan Alat Peraga PAUD di Tigi Barat
Aksi Hijau Jelang HUT Ke-17: Bupati Deiyai Pimpin Penanaman 10 Ribu Pohon Cemara
Bupati Deiyai Serahkan Bantuan Bahan Bangunan, Prioritaskan Kelompok Rentan
KNPI Deiyai Bersama Mahasiswa IPMANAPANDODE se-Jawa Bali Bersihkan Kota Waghete

Berita Terkait

Friday, 28 November 2025 - 07:06 WIT

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro

Thursday, 27 November 2025 - 21:57 WIT

KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote

Thursday, 27 November 2025 - 12:49 WIT

Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan

Tuesday, 25 November 2025 - 12:25 WIT

Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai

Monday, 24 November 2025 - 13:28 WIT

Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai

Berita Terbaru

Tim BIG jakarta saat melakukan pemeriksaan peta wilayah Desa atau Kampung di Kabupaten Deiyai.

Uncategorized

DPMK dan BIG Tegaskan Batas Desa untuk Kepastian Hukum dan Pembangunan

Saturday, 29 Nov 2025 - 13:58 WIT