Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai

Monday, 24 November 2025 - 13:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR Papua Tengah, Donatus Mote.

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR Papua Tengah, Donatus Mote.

Deiyai [SINAR BEMO] — Konflik tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai hingga kini masih berlarut tanpa penyelesaian yang konkret. Permasalahan ini kembali memanas setelah kedua pemerintah daerah melakukan aksi saling klaim wilayah dengan pemekaran distrik dan kampung di area perbatasan.

​Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR Papua Tengah, Donatus Mote, angkat bicara dan mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. Menurut Mote, sikap saling klaim yang diwujudkan melalui pemekaran distrik dan kampung oleh Bupati Mimika dan Bupati Deiyai dalam waktu berdekatan mengindikasikan bahwa masalah tapal batas memang belum diselesaikan dengan baik.

​“Ini artinya adalah masalah tapal batas yang memang belum diselesaikan dengan baik dan bisa saja kemudian hari bisa terjadi konflik yang besar,” ujar Donatus Mote dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengingat kedua kabupaten ini berada di bawah yurisdiksi Provinsi Papua Tengah, Mote menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi memiliki kewajiban untuk hadir dan menengahi sengketa tersebut.

​“Ini masalah tapal batas antara kedua kabupaten yang berada di bawah pemerintah Provinsi Papua Tengah, maka pemerintah provinsi berkewajiban untuk hadir menyelesaikan masalah tapal batas tersebut,” tegasnya.

​Mote secara khusus mengharapkan Gubernur Meki Nawipa untuk cepat bergerak, bersuara, dan hadir secara netral untuk memfasilitasi proses penyelesaian.

​Dalam pengamatannya, ada tiga pokok masalah utama yang harus dibahas dalam proses penyelesaian tapal batas:

Masalah Tapal Batas Secara Adat

​Masalah Tapal Batas Secara Pemerintahan

​Masalah Kepentingan Pendulangan

​Mote menekankan bahwa ketiga isu ini, terutama menyangkut hak-hak adat dan kepentingan pendulangan emas di wilayah perbatasan, harus dibahas secara terpisah untuk mencapai solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro
KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote
Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan
Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai
Resmi Buka Mini Lokakarya Asisten II Mesak Pakage Serahkan Alat Peraga PAUD di Tigi Barat
Aksi Hijau Jelang HUT Ke-17: Bupati Deiyai Pimpin Penanaman 10 Ribu Pohon Cemara
Bupati Deiyai Serahkan Bantuan Bahan Bangunan, Prioritaskan Kelompok Rentan
KNPI Deiyai Bersama Mahasiswa IPMANAPANDODE se-Jawa Bali Bersihkan Kota Waghete

Berita Terkait

Friday, 28 November 2025 - 07:06 WIT

Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro

Thursday, 27 November 2025 - 21:57 WIT

KNPI Deiyai Minta Pedagang Jaga Kebersihan Waghete, Dukung Misi “Deiyai Bersih” Bupati Mote

Thursday, 27 November 2025 - 12:49 WIT

Donatus Mote: Selesaikan Tapal Batas Kapiraya Secara Adat, Bukan Pengiriman Keamanan

Tuesday, 25 November 2025 - 12:25 WIT

Donatus Mote DPRPT: Suku Kei Bukan OAP, Hentikan Klaim Tanah Adat di Perbatasan Mimika-Deiyai

Monday, 24 November 2025 - 13:28 WIT

Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Selesaikan Konflik Tapal Batas Mimika-Deiyai

Berita Terbaru

Tim BIG jakarta saat melakukan pemeriksaan peta wilayah Desa atau Kampung di Kabupaten Deiyai.

Uncategorized

DPMK dan BIG Tegaskan Batas Desa untuk Kepastian Hukum dan Pembangunan

Saturday, 29 Nov 2025 - 13:58 WIT