Deiyai [SINAR BEMO] — Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley mulai merealisasikan janji kampanye terkait pendidikan gratis. Pada akhir 2025, bantuan pendidikan telah disalurkan secara serentak ke berbagai perguruan tinggi di wilayah Papua Tengah melalui skema transfer langsung.
Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Dr. Petrus Tekege, memberikan apresiasi tinggi atas langkah nyata pemerintah provinsi. Menurutnya, bantuan ini merupakan bukti konkret keberpihakan pemerintah terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua Tengah.
”Ini adalah realisasi program Gubernur mengenai pendidikan gratis. Seluruh perguruan tinggi di Papua Tengah, termasuk USWIM, telah menerima dana bantuan langsung ke rekening masing-masing,” ujar Dr. Tekege saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/01/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meringankan Beban Hingga 70%
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, tercatat sebanyak 1.967 mahasiswa USWIM menjadi penerima manfaat. Dr. Tekege menegaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk meringankan biaya SPP mahasiswa, bukan untuk menutupi utang piutang pribadi.
”Dari total SPP sebesar Rp3,9 juta per semester, pemerintah menanggung Rp2,7 juta. Artinya, beban mahasiswa berkurang hingga 70%,” jelasnya.
Rincian bantuan yang diterima mahasiswa bervariasi tergantung jenjang semester:
Mahasiswa Semester Umum: Mendapat subsidi Rp2,7 juta.
Mahasiswa Semester 5: Menerima Rp5,1 juta (termasuk biaya PKL/PPL).
Mahasiswa Semester 7: Menerima Rp5,9 juta (termasuk biaya tugas akhir/skripsi).
Proses Penyaluran Dimulai
Realisasi pencairan bantuan di lingkungan USWIM telah dimulai sejak 26 Januari 2026, diawali dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Pertanian, serta Peternakan. Proses ini akan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan pihak kampus.
Dr. Tekege berharap program ini menjadi pelecut semangat bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang selama ini terkendala biaya hingga sempat tidak aktif kuliah.
”Kami sangat mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan SDM berkualitas menuju tahun 2030. Harapan kami, bantuan per semester ini terus berlanjut, khususnya bagi anak-anak Papua yang menempuh studi di Papua Tengah,” pungkasnya.






