WAGHETE, [SINAR BEMO] — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Gereja Kingmi Antiokhia Waghete pada Selasa (12/1/2026). Ribuan umat Tuhan berkumpul untuk mensyukuri jejak panjang sejarah iman dalam Ibadah Syukur Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-87 di tanah Deiyai. Menghitung perjalanan dari tahun 1939 hingga 2026, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas transformasi spiritual dan sosial di wilayah tersebut.
Ibadah agung ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage, SE yang mewakili Bupati, Wakil Ketua I DPRD Deiyai Linus Koto, Sekretaris serta anggota MRP Papua Tengah, hingga para kepala OPD. Kehadiran enam Ketua Klasis dan para penginjil dari pelosok Deiyai semakin mempertegas persatuan umat Kingmi.
Estafet Pelayanan di Tangan Generasi Muda
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada pemandangan menarik dalam prosesi ibadah kali ini. Sebagian besar perangkat pelayanan, mulai dari musik hingga liturgi, diisi oleh Anak Pendeta dan Gembala (APG) serta anak-anak Majelis. Hal ini memicu apresiasi tinggi dari Ketua Koordinator Kingmi Deiyai, Pelipus Edowai, S.Th.
”Saya melihat sebuah harapan besar. Pelayanan ibadah hari ini sebagian besar dilakukan oleh APG dan anak-anak Majelis. Ini adalah pemandangan yang membanggakan, dan saya berharap ke depan keterlibatan mereka semakin luas,” ungkap Edowai dalam sambutannya yang disambut hangat oleh jemaat.

Sinergi Historis dengan Pemerintah Daerah
Dalam pidatonya, Pelipus Edowai secara khusus menggarisbawahi keharmonisan hubungan antara Gereja Kingmi dan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Ia menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Melkianus Mote, ST, tercipta sejarah baru di mana Gereja Kingmi diberikan kepercayaan penuh sebagai Panitia Natal Pemerintah Kabupaten.
Tak hanya soal seremoni, Edowai juga mengungkapkan aksi nyata kemanusiaan Pemkab Deiyai. Ia menceritakan momen kritis pada 24 Desember 2025, saat seorang siswa asal Mimika meninggal dunia di Waghete di tengah keterbatasan transportasi libur Natal.
”Saat itu kami kesulitan karena pesawat tidak ada. Namun, Bapak Bupati Melkianus turun tangan membantu biaya dan koordinasi, sehingga tepat tanggal 25 Desember jenazah bisa dipulangkan dengan pesawat. Kami sangat berterima kasih,” tuturnya. Selain itu, apresiasi juga diberikan atas komitmen pembangunan asrama bagi siswa SMPTK Baida Troutman Gakokebo yang telah dijanjikan pemerintah.
Panggilan Kemanusiaan dan Solidaritas
Di tengah suasana syukur, Gereja tidak melupakan duka sesama. Pelipus mengajak seluruh jemaat dan Sinode untuk mendoakan hamba Tuhan yang dibakar dan umat yang menjadi korban konflik, di mana 32 rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Ia menyerukan aksi solidaritas nyata melalui dukungan harta dan doa bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan hingga kini belum bisa kembali ke kampung halaman.
Mengenai agenda organisasi, Edowai mengingatkan pentingnya nilai sejarah Gedung Gereja Kingmi Bethani Bomou I sebagai lokasi konferensi pertama tahun 1962. Ia meminta pengurus Sinode Kingmi Papua agar memberikan ruang khusus bagi sejarah ini dalam Konferensi Sinode yang akan digelar di Manokwari tahun ini.
Kemandirian Ekonomi: “Uang Tidak Ada di Jalanan”
Menutup pesannya, Pelipus Edowai memberikan wejangan keras namun memotivasi terkait kemandirian ekonomi umat. Merujuk pada visi-misi Bupati, ia menegaskan bahwa kesejahteraan hanya bisa dicapai melalui kerja keras.
”Saya minta seluruh umat kembali ke kampung. Bekerja di sana, pelihara ternak, dan beribadah di gereja kampung. Uang tidak ada di jalan-jalan. Jika kita bekerja di tanah kita sendiri, berkat itu akan mengalir dengan sendirinya,” tegasnya.

Ia juga menitipkan pesan bagi para orang tua untuk memprioritaskan pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan sekolah dan sekolah minggu adalah investasi tunggal agar tongkat estafet kepemimpinan, baik di gereja maupun di pemerintahan, tetap berada di tangan generasi yang takut akan Tuhan.
Ibadah syukuran ini dipuncaki dengan siraman rohani dari Ham Tenouye, S.Th., M.Mis (Sekretaris Departemen Penginjilan) yang datang dari Jayapura sebagai pembicara utama, memberikan penguatan bagi iman seluruh umat Kingmi di Kordinator Deiyai.






