Deiyai [SINAR BEMO] — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) Agama sukses menyelenggarakan Lomba Vocal Group Akustik Rohani Berbahasa Daerah. Acara yang bertujuan memperkuat iman umat dan melestarikan bahasa daerah melalui seni musik ini digelar di Aula Gereja Katolik Waghete Dua, Kabupaten Deiyai.
Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Gereja Katolik Waghete Dua. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Bapak Edmar Ukago, menekankan pentingnya musik rohani sebagai jembatan yang menghubungkan iman dengan kekayaan budaya Mee dan Papua secara keseluruhan.
Pembukaan resmi dilakukan oleh MRP Pokja Agama Papua Tengah, Bapak Yakobus Takimai. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada para musisi Papua. Secara khusus, beliau menyebut Bapak Edmar Ukago dan mendiang Suleman Pekei sebagai contoh musisi berbakat murni dari Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kemampuan mereka bukan hasil bimbingan pelatih, melainkan anugerah yang harus kita syukuri. Mereka, meski dari keluarga sederhana, mampu dikenal luas dari Wamena hingga daerah lain. Mereka adalah sahabat dan pekerja seni yang berkontribusi besar bagi musik rohani dan budaya kita,” ujar Bapak Yakobus, sembari mengajak hadirin memberikan tepuk tangan penghormatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bapak Herman You, seorang seniman dan guru seni, serta Bapak Yance Pakage, seorang pembina vokal yang telah membimbing banyak anak muda untuk percaya diri dalam bermusik rohani.
Sebelum lomba dimulai, Bapak Yakobus menyampaikan pesan rohani yang menggarisbawahi bahwa setiap talenta adalah anugerah Tuhan yang harus digunakan untuk memuliakan-Nya. “Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memenangkan lomba, tetapi menjadikan musik sebagai ibadah dan persembahan kepada Tuhan,” tegasnya.
Tiga juri resmi—Bapak Edmaer Ukago, Bapak Herman You, dan Bapak Yance Pakage—memberikan arahan penilaian yang mencakup kualitas vokal, harmonisasi, teknik musik, penampilan panggung, dan kedalaman syair rohani.
Sebanyak enam grup tampil penuh semangat dan ketulusan, yaitu: Grup Sanggar Komugai, Grup STK Touye Papa, Grup Wuditobi, Grup Mudika Paroki Waghete, Grup WMY (Wamuya), dan Grup Odiyai.
Menjelang pengumuman, Bapak Yance Pakage menyampaikan pesan penguatan. Beliau menyatakan bahwa semua peserta tampil luar biasa dan layak menjadi juara. Namun, berdasarkan aturan dan objektivitas penilaian, juri harus berpegang pada ketepatan teknis seperti nada, not, tanda koma, titik, dan struktur lagu. Beliau mengajak peserta untuk berlapang dada menerima hasil.
Pengumuman juara disampaikan oleh Bapak Herman You, dengan hasil sebagai berikut:
Juara Satu: Grup Wuditobi
Juara Dua: Grup STK Touye Papa
Juara Tiga: Grup Mudika Paroki Waghete
Sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian, semua peserta yang tidak meraih juara juga menerima hadiah.
Acara ditutup secara resmi oleh Bapak Yakobus Takimai, dengan ajakan untuk terus menjaga budaya daerah, memperkuat iman, dan memuliakan Tuhan melalui musik rohani.






