MRP Pokja Agama Gelar Lomba Akustik Rohani Bahasa Daerah di Deiyai, Perkuat Iman dan Jaga Budaya Mee

Saturday, 6 December 2025 - 20:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Ketiga juri dan salah satu Grup Musik yang meraih juara.

Foto bersama Ketiga juri dan salah satu Grup Musik yang meraih juara.

Deiyai [SINAR BEMO] — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah melalui Kelompok Kerja (Pokja) Agama sukses menyelenggarakan Lomba Vocal Group Akustik Rohani Berbahasa Daerah. Acara yang bertujuan memperkuat iman umat dan melestarikan bahasa daerah melalui seni musik ini digelar di Aula Gereja Katolik Waghete Dua, Kabupaten Deiyai.

​Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Gereja Katolik Waghete Dua. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Bapak Edmar Ukago, menekankan pentingnya musik rohani sebagai jembatan yang menghubungkan iman dengan kekayaan budaya Mee dan Papua secara keseluruhan.

​Pembukaan resmi dilakukan oleh MRP Pokja Agama Papua Tengah, Bapak Yakobus Takimai. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada para musisi Papua. Secara khusus, beliau menyebut Bapak Edmar Ukago dan mendiang Suleman Pekei sebagai contoh musisi berbakat murni dari Tuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kemampuan mereka bukan hasil bimbingan pelatih, melainkan anugerah yang harus kita syukuri. Mereka, meski dari keluarga sederhana, mampu dikenal luas dari Wamena hingga daerah lain. Mereka adalah sahabat dan pekerja seni yang berkontribusi besar bagi musik rohani dan budaya kita,” ujar Bapak Yakobus, sembari mengajak hadirin memberikan tepuk tangan penghormatan.

​Apresiasi juga disampaikan kepada Bapak Herman You, seorang seniman dan guru seni, serta Bapak Yance Pakage, seorang pembina vokal yang telah membimbing banyak anak muda untuk percaya diri dalam bermusik rohani.

​Sebelum lomba dimulai, Bapak Yakobus menyampaikan pesan rohani yang menggarisbawahi bahwa setiap talenta adalah anugerah Tuhan yang harus digunakan untuk memuliakan-Nya. “Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memenangkan lomba, tetapi menjadikan musik sebagai ibadah dan persembahan kepada Tuhan,” tegasnya.

​Tiga juri resmi—Bapak Edmaer Ukago, Bapak Herman You, dan Bapak Yance Pakage—memberikan arahan penilaian yang mencakup kualitas vokal, harmonisasi, teknik musik, penampilan panggung, dan kedalaman syair rohani.

​Sebanyak enam grup tampil penuh semangat dan ketulusan, yaitu: Grup Sanggar Komugai, Grup STK Touye Papa, Grup Wuditobi, Grup Mudika Paroki Waghete, Grup WMY (Wamuya), dan Grup Odiyai.

​Menjelang pengumuman, Bapak Yance Pakage menyampaikan pesan penguatan. Beliau menyatakan bahwa semua peserta tampil luar biasa dan layak menjadi juara. Namun, berdasarkan aturan dan objektivitas penilaian, juri harus berpegang pada ketepatan teknis seperti nada, not, tanda koma, titik, dan struktur lagu. Beliau mengajak peserta untuk berlapang dada menerima hasil.

​Pengumuman juara disampaikan oleh Bapak Herman You, dengan hasil sebagai berikut:

Juara Satu: Grup Wuditobi

​Juara Dua: Grup STK Touye Papa

​Juara Tiga: Grup Mudika Paroki Waghete

​Sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian, semua peserta yang tidak meraih juara juga menerima hadiah.

​Acara ditutup secara resmi oleh Bapak Yakobus Takimai, dengan ajakan untuk terus menjaga budaya daerah, memperkuat iman, dan memuliakan Tuhan melalui musik rohani.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pdt. Alberth Pekei Resmi Bubarkan Panitia Natal dan HUT ke-75 Gereja Bethani Bomou I
Buka Raker IV Klasis Tigi Utara, Pemkab Deiyai Tekankan Penguatan Iman di Era Digital
Refleksi HUT ke-87 Injil Empat Berganda di Tanah Papua
Refleksi 87 Tahun Injil di Deiyai: Ketua Koordinator Kingmi Serukan Kemandirian Umat dan Penguatan Generasi Muda
HUT Pekabaran Injil ke-87 di Deiyai: Pemerintah Ajak Gereja Bersinergi Bangun Daerah
Sumbangan Rp30 Juta Mengalir untuk Seminar, KKR dan Penginjilan di Wilayah Selatan Deiyai
Refleksi 87 Tahun Injil di Pegunungan Papua: Menatap Masa Depan Gereja KINGMI
75 Tahun Injil di Bomou I: Jemaat Bethani Perkuat Komitmen Iman dan Pelayanan

Berita Terkait

Sunday, 18 January 2026 - 17:49 WIT

Pdt. Alberth Pekei Resmi Bubarkan Panitia Natal dan HUT ke-75 Gereja Bethani Bomou I

Wednesday, 14 January 2026 - 10:56 WIT

Refleksi HUT ke-87 Injil Empat Berganda di Tanah Papua

Wednesday, 14 January 2026 - 04:39 WIT

Refleksi 87 Tahun Injil di Deiyai: Ketua Koordinator Kingmi Serukan Kemandirian Umat dan Penguatan Generasi Muda

Wednesday, 14 January 2026 - 03:42 WIT

HUT Pekabaran Injil ke-87 di Deiyai: Pemerintah Ajak Gereja Bersinergi Bangun Daerah

Tuesday, 13 January 2026 - 18:09 WIT

Sumbangan Rp30 Juta Mengalir untuk Seminar, KKR dan Penginjilan di Wilayah Selatan Deiyai

Berita Terbaru

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (12/1).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Tekankan Kedisiplinan ASN dan Pelestarian Budaya Lokal

Monday, 19 Jan 2026 - 07:05 WIT