Deiyai [SINAR BEMO] — Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak di halaman Kantor Bupati Deiyai pada Senin (12/1/2026). Dalam suasana yang khidmat tersebut, Bupati menyampaikan serangkaian arahan tegas terkait kedisiplinan kerja, transparansi anggaran, hingga upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelestarian budaya.
Bupati Melkianus menegaskan bahwa mulai saat ini, gerbang kantor akan ditutup rapat tepat saat pembina upacara memasuki lapangan. “Yang terlambat silakan berbaris di luar pagar. Saya hanya masuk satu minggu sekali pada jam 8 pagi, jadi saya minta semua hadir dengan seragam keki lengkap,” tegasnya.

Terkait tunjangan dan hak pegawai, Bupati menjelaskan bahwa meskipun ada penyesuaian anggaran, pelayanan dasar dan gaji tetap berjalan normal. Namun, ia mengingatkan bahwa pemotongan penghasilan akan terjadi secara otomatis bagi mereka yang tidak disiplin. “Jika tidak masuk, kalian memotong gaji kalian sendiri karena kemalasan. Mari satukan niat untuk membangun daerah,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu poin unik dalam arahan Bupati adalah kewajiban penggunaan “Uka Mapega” (anak panah) dalam setiap pembukaan kegiatan resmi. Bupati menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah untuk memiliki stok anak panah sendiri tanpa saling meminjam.

Para Kepala OPD dan kepala distrik saat apel gabungan berlangsung Senin, 19/1/2026
Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan strategi ekonomi untuk menghidupkan pengrajin lokal. “Kita lakukan ini supaya kita membantu mereka yang biasa menjual anak panah di daerah kita,” jelas Bupati.
Mengenai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Bupati secara jujur mengakui adanya keterlambatan karena proses review di tingkat provinsi. Namun, ia memastikan distribusi akan dilakukan segera setelah validasi selesai.
Tahun 2026 ini, Kabupaten Deiyai juga dijadwalkan menerima berbagai bantuan besar, mulai dari bansos, beras, jaring, perahu, hingga 5.000 ekor babi dan bibit kopi. Bupati memberikan instruksi keras agar OPD menyalurkan bantuan tersebut langsung ke petani dan masyarakat yang berhak, bukan kepada keluarga pejabat.
Dalam waktu dekat, Pemkab Deiyai akan melakukan rotasi jabatan eselon III dan IV berdasarkan evaluasi kinerja selama setahun terakhir. Bupati menekankan bahwa proses pelantikan kini terintegrasi dengan sistem BKN, sehingga hanya mereka dengan dokumen lengkap dan rekam jejak kehadiran yang baik yang akan diproses.

Sedangkan untuk tenaga kontrak dan Satpol PP, pemerintah tengah menyusun petunjuk teknis (juknis) baru. Sebagian personel akan tetap bertahan di unit asal, sementara sisanya akan dialihkan untuk memperkuat Dinas Lingkungan Hidup guna menjaga kebersihan dan keasrian Deiyai.






