Yapkema Latih Mama Papua di Dogiyai Olah Pangan Lokal Jadi Donat dan Bakwan Bernilai Jual

Friday, 30 May 2025 - 18:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan tampak antusias belajar membuat donat ubi dan bakwan sayur bersama fasilitator Yapkema di Dogiyai. (Foto: Dok. Yapkema)

Peserta pelatihan tampak antusias belajar membuat donat ubi dan bakwan sayur bersama fasilitator Yapkema di Dogiyai. (Foto: Dok. Yapkema)

Deiyai ​​[SINAR BEMO] —Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal melalui pelatihan keterampilan berbasis pangan lokal di Kabupaten Dogiyai, Papua. Rabu, 28 Mei 2025. Kali ini, Yapkema menyelenggarakan pelatihan pengolahan hasil kebun untuk para ibu atau yang akrab disebut Mama-mama Papua.

Pelatihan yang dilaksanakan pada gelombang kedua ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sukses diselenggarakan awal tahun 2024. Fokus pelatihan kali ini adalah pembuatan makanan ringan berbahan dasar hasil pertanian lokal, yakni ubi jalar dan sayuran pekarangan. Produk yang diajarkan adalah donat ubi jalar yang dalam bahasa setempat dikenal dengan nama “nota” serta bakwan sayur yang mudah dipraktikkan di rumah.

Sebanyak 10 peserta yang semuanya adalah orang tua dari anak-anak TK PAUD Anugerah Ekemanida, Dogiyai, terlibat aktif dalam kegiatan ini. Para peserta berasal dari komunitas lokal dan memiliki latar belakang sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan ini memberikan mereka kesempatan untuk belajar mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini menjadi bagian dari gerakan Owaadaa yang diinisiasi Yapkema, dengan misi mendorong penggunaan bahan pangan lokal, membangun ketahanan pangan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis potensi yang dimiliki masyarakat setempat. Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik memasak, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya pangan Papua yang sehat, alami, dan berkelanjutan.

Materi pelatihan disusun secara aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan peserta. Setiap mama mengajarkan cara mengolah ubi jalar menjadi donat yang empuk, menarik, dan memiliki daya simpan yang cukup lama. Begitu pula dengan bakwan sayur, peserta diajak mengolah aneka sayuran pekarangan yang selama ini sering diabaikan, menjadi camilan sehat yang disukai banyak kalangan.

Metode pelatihan yang diterapkan bersifat partisipatif. Peserta tidak hanya sekedar mendengarkan teori, namun langsung terlibat dalam setiap proses: mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, penggorengan, hingga penyajian. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memudahkan mereka untuk menerapkan ilmu di rumah.

Tidak berhenti sampai pelatihan, Yaapkema juga menyiapkan skema pendampingan lanjutan. Pendampingan ini mencakup proses produksi rumahan secara mandiri, pelatihan kewirausahaan, serta strategi pemasaran produk secara lokal. Dengan pendampingan berkelanjutan ini, peserta diharapkan mampu menjadikan keterampilan yang diperoleh sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Mama Yuliana, salah satu peserta, menyampaikan antusiasmenya mengikuti pelatihan. “Saya baru pertama kali belajar buat donat dari ubi. Ternyata enak sekali. Kami juga diajar cara jual, supaya bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya dengan semangat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi perempuan Papua untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring sosial, dan saling mendukung dalam membangun usaha rumahan yang berkelanjutan. Yapkema menegaskan bahwa pelatihan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari misi membangun masyarakat yang berdaya, mandiri, dan tahan terhadap tantangan sosial ekonomi.

Melalui pendekatan berbasis lokal, pelatihan ini membuka peluang bagi mama-mama Papua untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menjaga identitas pangan lokal yang selama ini terpinggirkan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Deiyai Luncurkan Program Bibit Babi: Inisiatif Strategis Cetak Peternak “Tonawi”
​Dukung Peternak Lokal, Pemkab Deiyai Salurkan 30 Unit Mesin Pelet Pakan Babi
Disperindag Deiyai Gelar Sosialisasi Peluang Bisnis bagi Pelaku Usaha OAP
Optimalkan PAD, BPPRD Deiyai Gelar Pembinaan dan Pengawasan Pajak serta Retribusi Daerah
Wakil Bupati Deiyai Buka Sosialisasi Perencanaan Pengelolaan Retribusi Daerah
Dinas Pertanian Deiyai Kuatkan Sektor Pertanian Melalui Sosialisasi Perundang-undangan Kelompok Tani
Wakil Bupati Deiyai Buka Sosialisasi Kelompok Tani, Dorong Legalisasi dan Kemandirian Usaha
Kepala Dinas Pertanian Ajak Petani Giatkan Sektor Pangan saat Panen Raya Kol “Topiino Mewei”

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 19:37 WIT

Pemerintah Kabupaten Deiyai Luncurkan Program Bibit Babi: Inisiatif Strategis Cetak Peternak “Tonawi”

Monday, 5 January 2026 - 19:34 WIT

​Dukung Peternak Lokal, Pemkab Deiyai Salurkan 30 Unit Mesin Pelet Pakan Babi

Friday, 19 December 2025 - 16:45 WIT

Disperindag Deiyai Gelar Sosialisasi Peluang Bisnis bagi Pelaku Usaha OAP

Tuesday, 16 December 2025 - 16:53 WIT

Optimalkan PAD, BPPRD Deiyai Gelar Pembinaan dan Pengawasan Pajak serta Retribusi Daerah

Thursday, 27 November 2025 - 10:11 WIT

Wakil Bupati Deiyai Buka Sosialisasi Perencanaan Pengelolaan Retribusi Daerah

Berita Terbaru

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (12/1).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Tekankan Kedisiplinan ASN dan Pelestarian Budaya Lokal

Monday, 19 Jan 2026 - 07:05 WIT