DEIYAI, SINAR BEMO — Sebanyak 30 unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Kabupaten Deiyai resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2024–2029, Selasa (6/10/2026).
Pengukuhan tersebut mencakup 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tiga distrik, yakni Distrik Tigi Timur, Tigi Barat, dan Kapiraya. Para pengurus akan menjalankan program organisasi dengan fokus pada tiga bidang utama, yaitu pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., dalam arahannya meminta DWP tidak hanya menjadi organisasi pendamping keluarga ASN, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dharma Wanita bukan tempat gosip. Ibu-ibu harus fokus pada tiga hal, yaitu pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tegas Melkianus.
Menurutnya, DWP perlu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Bunda PAUD, serta organisasi dan OPD terkait. DWP juga didorong mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pembangunan, termasuk pengembangan pasar dan Galeri Budaya.
Dorong DWP Bangun Koperasi
Pada sektor ekonomi, Bupati mendorong DWP mulai membangun koperasi sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kemandirian organisasi sekaligus membuka ruang kegiatan ekonomi bagi anggota.
“Saya melihat DWP belum mempunyai koperasi. Korpri juga belum punya, PKK juga belum. Saya menunggu siapa yang akan mulai. Kita harus mulai memikirkan bagaimana organisasi ini bisa memiliki kegiatan ekonomi yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Melkianus juga mengapresiasi kekompakan DWP dalam mendukung berbagai kegiatan pemerintah daerah, termasuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia turut meminta anggota DWP ikut mendukung kedisiplinan ASN di lingkungan keluarga dengan mengingatkan suami agar menjalankan tugas kedinasan secara baik.
“Tolong ingatkan suami-suami supaya rajin masuk kantor agar hak-haknya tidak berkurang. Saya mau kita mengajarkan disiplin mulai dari keluarga,” katanya.
Namun demikian, Bupati mengingatkan agar anggota DWP tidak mencampuri pekerjaan profesional suami.
“Yang tidak boleh dilakukan adalah mengintervensi pekerjaan suami. Jangan karena emosi atau kepentingan tertentu kemudian memengaruhi pekerjaan. Pekerjaan itu harus profesional,” tegasnya.
Ketua DWP: Pengukuhan Awal Menjalankan Amanah
Ketua DWP Kabupaten Deiyai, Yustina M. Eria, mengatakan pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal pelaksanaan amanah dan tanggung jawab organisasi.
“Pengukuhan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk bersama-sama menjalankan roda organisasi dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan komitmen,” ujar Yustina.
Ia berharap seluruh pengurus mampu menjalankan program kerja yang aktif, kreatif, dan inovatif sesuai kebutuhan organisasi serta kondisi masyarakat di Kabupaten Deiyai.
Yustina juga mengajak seluruh anggota menjadikan DWP sebagai wadah meningkatkan kapasitas diri, mempererat silaturahmi, membangun kepedulian sosial, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Mari kita bangun DWP yang solid dan harmonis. Hilangkan sekat-sekat antar-OPD, perkuat komunikasi, dan ciptakan sinergi dalam setiap kegiatan,” katanya.
Sekda Minta DWP OPD Perkuat Sinergi
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Deiyai, Ambrosius Eria, S.Pd., selaku Penasehat DWP Kabupaten Deiyai, meminta seluruh unsur DWP OPD memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan program organisasi.
Menurutnya, DWP memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga penguatan ekonomi keluarga.
Ia juga meminta OPD yang belum memiliki kepengurusan DWP atau kepengurusannya belum lengkap agar segera membentuk dan melengkapinya.
“Jangan sampai organisasi berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, mari kita saling mendukung, berbagi pengalaman, dan berkolaborasi dalam melaksanakan program-program yang bermanfaat,” tutur Ambrosius.
Ia menegaskan bahwa DWP bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi juga wadah untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas, mempererat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan dikukuhkannya 30 unsur pelaksana DWP tersebut, diharapkan organisasi dapat semakin solid, mandiri, dan aktif dalam mendukung pembangunan Kabupaten Deiyai melalui program pendidikan, ekonomi, dan sosial.






Komentar