DEIYAI [SINAR BEMO] – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPAKB) Kabupaten Deiyai terus berkomitmen memperkuat basis data daerah. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan intensif penggunaan aplikasi SIGA Mobile dan aplikasi Ferval Data yang berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kabupaten Deiyai.
Kegiatan strategis ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi dan misi Bupati Deiyai yang menekankan pentingnya data akurat serta terintegrasi sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas, Kepala Bidang KB dan Perlindungan Anak, serta jajaran kepala seksi dan pegawai di lingkungan dinas terkait.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas PPPAKB Kabupaten Deiyai, Robi Bobi, S.IP, saat diwawancarai menegaskan bahwa pelatihan ini krusial untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data Keluarga Berencana (KB). Fokus utama program ini menyasar para petugas di sembilan puskesmas dan satu rumah sakit yang tersebar di wilayah Kabupaten Deiyai.
“Kami melaksanakan pelatihan aplikasi SIGA Mobile dan Ferval Data untuk memastikan setiap petugas memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mengelola data lapangan,” ujar Robi Bobi.

Ia menambahkan bahwa meskipun aplikasi tersebut sudah digunakan sebelumnya, pembaharuan sistem (update) pada platform utama menuntut adanya penyegaran pemahaman bagi para operator. Pelatihan ini juga menjadi langkah antisipatif sebelum memasuki periode pelaporan tahunan.
Diharapkan, melalui bimbingan teknis ini, para penanggung jawab di tingkat kampung dapat mengunggah data sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Akurasi identitas masyarakat dan status program KB menjadi poin utama agar tidak terjadi anomali data di masa mendatang.
“Tujuannya agar proses pendataan dan pelaporan program KB di Deiyai berjalan lebih tertib, akurat, dan tepat waktu. Data yang valid akan memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui DPPAKB berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendataan berbasis teknologi digital. Inovasi ini diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat luas.






