Sikapi Konflik Mee-Kamoro, Gereja Kingmi Koordinator Deiyai Keluarkan 5 Poin Pernyataan Tegas

Friday, 13 February 2026 - 14:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Koordinator Deiyai, secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait konflik horizontal di Distrik Kapiraya. Gereja menegaskan bahwa situasi ini adalah krisis kemanusiaan yang harus segera diatasi melalui pendekatan adat dan administrasi pemerintah yang jujur. Kami berdiri untuk kedamaian dan keadilan rakyat.

Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Koordinator Deiyai, secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait konflik horizontal di Distrik Kapiraya. Gereja menegaskan bahwa situasi ini adalah krisis kemanusiaan yang harus segera diatasi melalui pendekatan adat dan administrasi pemerintah yang jujur. Kami berdiri untuk kedamaian dan keadilan rakyat.

Deiyai [SINAR BEMO] — Mencermati eskalasi konflik antara Suku Mee dan Suku Kamoro yang terjadi selama dua hari berturut-turut di Distrik Kapiraya, serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan dan nilai-nilai kemanusiaan, maka Gereja Kingmi Koordinator Deiyai menyatakan sikap sebagai berikut:

​I. Analisi Situasi

1. Kompleksitas Masalah: Persoalan di Kapiraya bersifat multidimensi. Oleh karena itu, penyelesaian tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus ditempuh melalui jalur Hukum Adat dan Administrasi Pemerintahan yang sinkron.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​2. Krisis Kemanusiaan: Masalah yang terjadi di Kapiraya adalah masalah kemanusiaan yang melampaui kepentingan kelompok mana pun.

​3. Potensi Eskalasi: Jika pembiaran terus dilakukan, konflik ini berpeluang besar meluas dan mengakibatkan kerugian nyawa serta harta benda yang lebih besar di masa mendatang.

II. Poin-poin Tuntutan dan Seruan

​1. Seruan Perdamaian: Gereja menyerukan penghentian pertikaian secara horizontal di Distrik Kapiraya. Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan aksi saling serang demi melindungi warga sipil yang tidak berdosa.

​2.Keadilan Hukum: Gereja mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap identitas pelaku pembunuhan keji terhadap Pdt. Neles Peuki beberapa bulan lalu. Keadilan harus ditegakkan sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia.

3.Peran Pemerintah Provinsi: Mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera hadir sebagai fasilitator antara Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika. Pemerintah harus mengambil keputusan yang bijak, adil, dan berwibawa dalam menetapkan tapal batas kedua kabupaten.

4.Penyelesaian Akar Masalah: Penyelesaian konflik harus dilakukan secara tuntas (komprehensif), mencakup kepastian tapal batas adat serta penertiban pertambangan ilegal yang menjamur di Distrik Kapiraya, yang selama ini menjadi pemicu gesekan di masyarakat.

5.Netralitas Keamanan: Meminta dengan tegas kepada aparat keamanan (TNI/Polri) untuk bertindak netral, profesional, dan kembali pada fungsi utamanya sesuai motto Kepolisian: Melayani, Mengayomi, dan Melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa memihak.

​Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kepedulian gereja terhadap kedamaian di atas Tanah Papua.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

drh. Daud Edowai Dorong Peternakan Mandiri di Tigi Barat Melalui Edukasi Kesehatan Ternak
Tingkatkan Ekonomi Jemaat, Pemuda Klasis Anugerah Tigi Barat Gelar Seminar dan Pelatihan Pemeliharaan Ternak Babi
Pdt. Alberth Pekei Resmi Bubarkan Panitia Natal dan HUT ke-75 Gereja Bethani Bomou I
Buka Raker IV Klasis Tigi Utara, Pemkab Deiyai Tekankan Penguatan Iman di Era Digital
Refleksi HUT ke-87 Injil Empat Berganda di Tanah Papua
Refleksi 87 Tahun Injil di Deiyai: Ketua Koordinator Kingmi Serukan Kemandirian Umat dan Penguatan Generasi Muda
HUT Pekabaran Injil ke-87 di Deiyai: Pemerintah Ajak Gereja Bersinergi Bangun Daerah
Sumbangan Rp30 Juta Mengalir untuk Seminar, KKR dan Penginjilan di Wilayah Selatan Deiyai

Berita Terkait

Friday, 13 February 2026 - 14:48 WIT

Sikapi Konflik Mee-Kamoro, Gereja Kingmi Koordinator Deiyai Keluarkan 5 Poin Pernyataan Tegas

Friday, 30 January 2026 - 19:30 WIT

drh. Daud Edowai Dorong Peternakan Mandiri di Tigi Barat Melalui Edukasi Kesehatan Ternak

Friday, 30 January 2026 - 18:31 WIT

Tingkatkan Ekonomi Jemaat, Pemuda Klasis Anugerah Tigi Barat Gelar Seminar dan Pelatihan Pemeliharaan Ternak Babi

Sunday, 18 January 2026 - 17:49 WIT

Pdt. Alberth Pekei Resmi Bubarkan Panitia Natal dan HUT ke-75 Gereja Bethani Bomou I

Friday, 16 January 2026 - 08:50 WIT

Buka Raker IV Klasis Tigi Utara, Pemkab Deiyai Tekankan Penguatan Iman di Era Digital

Berita Terbaru

Bupati Deiyai Melkianus Mote saat meninjau lokasi perluasan lahan PLN Deiyai di Waghete bersama tim BPKAD.

Pemerintahan

Bupati Deiyai Dorong Perluasan PLN dan Energi Surya

Thursday, 19 Feb 2026 - 16:06 WIT

Suasana Pelatihan berlangsung di ruangan pertemuan PPPAKB Deiyai pada Kamis, 19/2/2026.

Pemerintahan

Dinas PPPAKB Deiyai Gelar Pelatihan Aplikasi SIGA dan Ferval Data

Thursday, 19 Feb 2026 - 10:34 WIT