Deiyai [SINAR BEMO] — Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai menggelar rapat koordinasi strategis bersama manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deiyai guna mempercepat proses akreditasi rumah sakit. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang pemantapan program pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Deiyai untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung intensif ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Deiyai, para Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasie), Penanggung Jawab (PJ) Program, serta jajaran teknis terkait.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pada Mutu dan Keselamatan Pasien
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, menegaskan bahwa akreditasi RSUD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Akreditasi adalah komitmen kita untuk memastikan profesionalisme tenaga kesehatan. Kita ingin pelayanan di RSUD benar-benar standar dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat Deiyai,” tegas Fransina.
Kolaborasi dengan Kemenkes RI
Selain agenda akreditasi, pertemuan tersebut membahas persiapan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Deiyai dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kerja sama ini diproyeksikan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta pemenuhan sarana dan prasarana medis yang lebih modern.
Senada dengan hal tersebut, Direktur RSUD Deiyai, Frits Bukega, S.Keb, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan internal, mulai dari sistem manajemen hingga peningkatan kapasitas tenaga medis.
“Kami terus berbenah agar RSUD Deiyai mampu memberikan layanan yang aman, bermutu, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Frits.

Program Kerja Strategis 2026
Dalam sesi paparan, para pemangku kepentingan di Dinkes Deiyai merincikan sejumlah program kerja untuk tahun 2026, yang mencakup:
1. Penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
2. Penanggulangan penyakit menular dan tidak menular.
3. Peningkatan upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, memberikan apresiasi dan berharap koordinasi ini mampu menciptakan integrasi yang kuat antara kebijakan lokal dan nasional. “Semoga pelayanan kesehatan kita semakin optimal dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” harapnya.






