Deiyai [SINAR BEMO] — Dalam upaya nyata memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan taraf ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Deiyai secara resmi meluncurkan program pengadaan dan pendistribusian bibit babi berskala daerah. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kepemimpinan Bupati Melkianus Mote, ST, dan Wakil Bupati Ayub Pigome dalam memberdayakan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi.
Prioritaskan Serapan Ternak Lokal
Berbeda dengan pengadaan konvensional, Pemerintah Deiyai mengambil kebijakan strategis dengan memprioritaskan pembelian bibit babi langsung dari peternak lokal di wilayah Deiyai maupun kabupaten tetangga. Alokasi anggaran yang telah disiapkan bertujuan untuk menciptakan perputaran uang di tingkat bawah sekaligus memberikan insentif bagi para peternak yang sedang berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bibit yang dibeli nantinya akan didistribusikan kembali kepada masyarakat peternak di Deiyai. Pola ini diharapkan tidak hanya menambah populasi ternak, tetapi juga menjamin keberlanjutan rantai pasok daging babi di wilayah pegunungan tengah.
Mencetak Generasi “Tonawi” yang Handal
Visi utama dari program ini adalah melahirkan sosok “Tonawi”—istilah lokal bagi individu yang mandiri, sukses, dan memiliki pengaruh ekonomi melalui kerja keras. Pemerintah ingin mengubah wajah peternakan tradisional menjadi sektor usaha yang dikelola secara profesional dan handal.
Prosedur Pendaftaran bagi Peternak
Pemerintah mengimbau kepada seluruh peternak yang memiliki bibit siap jual untuk segera melakukan pendataan. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Melapor ke Instansi Terkait: Peternak dapat mendatangi Kantor Dinas Pertanian & Peternakan atau Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai.
Proses Verifikasi: Petugas akan melakukan pendataan dan pengecekan kualitas bibit sebelum proses pembelian dilakukan.
Target Distribusi: Penyaluran bibit kepada penerima manfaat akan dilaksanakan segera setelah tahap pendaftaran dan pengadaan selesai.
Dengan semangat “Enaimoo Ekowai Untuk Deiyai” dan “Salam Petarung!!!”, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.






