Deiyai [SINAR BEMO] — Di tengah tantangan geografis Gunung Yibagouoweta yang megah namun terjal, sebuah kisah tentang iman dan gotong royong sedang ditulis oleh jemaat Gereja KINGMI Bahtera Bomou III, Klasis Tigi. Hingga saat ini, pembangunan fisik gereja telah mencapai angka 70 persen, sebuah pencapaian yang diraih bukan dengan mesin, melainkan dengan cucuran keringat dan kekuatan fisik para jemaat.
Ketiadaan akses jalan raya dari Kota Wagete menuju kampung Yibagouoweta tidak menyurutkan semangat umat. Selama bertahun-tahun, material pembangunan mulai dari semen, kayu, seng, hingga kursi hanya bisa diantar menggunakan kendaraan sampai ke Kampung Motano. Dari titik itulah, perjalanan yang sesungguhnya dimulai.
Setiap lembar seng dan tiap sak semen harus dipikul mendaki gunung melewati medan yang menguras energi. Tak jarang, jemaat harus melakukan perjalanan bolak-balik dua hingga tiga kali dalam sehari untuk memastikan seluruh material sampai di lokasi pembangunan. Perjuangan ini pun menjadi gerakan lintas generasi; pemuda-pemudi dari Bomou I dan II, bahkan anak-anak sekolah dari SD dan SMP YPPGI Bomou turut serta memikul beban demi berdirinya rumah Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen haru kembali terlihat pada tanggal 6 Januari 2025. Jemaat berhasil menggotong dua buah Altar—satu Mimbar Utama dan satu mimbar kecil—yang didatangkan langsung dari Nabire, Papua Tengah. Bagi jemaat, Altar bukan sekadar furnitur gereja; ia adalah simbol kehadiran Kristus di tengah umat-Nya dan tempat kebenaran Firman Tuhan akan dipercayakan.
”Mengangkat barang berat sambil mendaki gunung bukanlah pekerjaan ringan. Ini menguras tenaga dan bisa mengundang sakit, namun kami percaya ada kekuatan ekstra yang Tuhan berikan,” ujar salah satu jemaat dengan penuh syukur.
Dengan sisa 30 persen pembangunan yang harus diselesaikan, jemaat terus berharap akan adanya perhatian pembangunan jalan dari pemerintah. Namun, sembari menunggu kabar itu, mereka tetap melangkah naik, memikul satu demi satu material dengan semangat yang tak pernah padam.






