Deiyai [SINAR BEMO] — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Deiyai menggelar kegiatan Sosialisasi Peluang dan Tantangan Bisnis bagi Pelaku Usaha Mikro dan Makro Masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Soskad Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi, Wagete II, pada Jumat (19/12/2025).
Acara secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Deiyai, Simon Mote, mewakili Bupati Deiyai. Dalam sambutannya, Simon menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati karena agenda lain yang mendesak. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati untuk memberdayakan kelompok masyarakat ekonomi lemah.
Kepala Dinas Perindag Deiyai, Burno Adii, menjelaskan bahwa sosialisasi ini adalah rangkaian kegiatan berkelanjutan (estafet) yang sebelumnya telah dimulai dengan pelatihan pembuatan kue dan pemberian bantuan alat usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami menghadirkan pemateri lokal yang sukses, yakni Simon Mote dan Pak Sam. Tujuannya agar masyarakat OAP dapat belajar secara langsung melalui pengalaman nyata (storytelling) mengenai strategi bersaing dengan pengusaha non-pribumi yang selama ini mendominasi pasar,” ujar Burno.
Burno juga menyoroti pentingnya manajemen keuangan bagi pengusaha OAP. Ia berharap bantuan modal dari pemerintah tidak habis begitu saja, melainkan diputar kembali untuk mengembangkan industri dan perdagangan di Deiyai.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Melianus Pekei, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menyasar generasi milenial, termasuk siswa-siswi sekolah.
”Harapan kami, para pelajar dapat menjadikan materi ini sebagai bekal untuk mulai berwirausaha sejak dini, baik sambil sekolah maupun setelah lulus. Kami ingin mewujudkan visi pemerintah dalam mencetak pengusaha muda pribumi dari kalangan suku Mee (Miya, Daba, dan Dobiyo) untuk menopang ekonomi keluarga,” pungkas Melianus.






