Deiyai [SINAR BEMO] — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan program Pasar Murah Khusus yang menyasar 190 gereja di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai. Langkah ini diambil untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan jemaat menjelang perayaan hari raya keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai, Melianus Dogopia, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat. Terutama dalam menghadapi fenomena kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar.
“Pasar murah ini kami selenggarakan secara khusus melalui gereja-gereja agar jemaat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Kami berharap umat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh sukacita,” ujar Melianus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memaparkan bahwa komoditas yang disediakan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, susu, dan bahan pangan esensial lainnya. Penyaluran dilakukan menggunakan sistem kupon untuk menjaga ketertiban. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni mulai 17 hingga 22 Desember 2025, di sejumlah titik yang telah ditentukan.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menegaskan bahwa pasar murah adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan melindungi daya beli masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan umat gereja tidak terbebani oleh lonjakan harga. Iman dan sukacita dalam merayakan hari besar harus didukung dengan ketersediaan kebutuhan pokok yang cukup dan terjangkau,” tegas Bupati Melkianus.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan atas pelaksanaan program yang dinilai tepat sasaran. Beliau berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di masa mendatang.
“Program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat seperti ini akan terus kita dorong. Pemerintah Kabupaten Deiyai berkomitmen untuk selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Program ini mendapat respons positif dari pihak gereja dan warga setempat. Mereka mengaku sangat terbantu dalam menyiapkan kebutuhan hari raya di tengah situasi ekonomi saat ini.






