Oleh: Tibo Adii
POHON NATAL DALAM TRADISI GEREJA KATOLIK
Pohon Natal pertama kali diperkenalkan oleh Santo Bonifasius, ia dikenal sebagai pribadi yang saleh dan suci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
pada tahun 716 Paus Gregorius II mengirim para misionaris ke Jerman Santo Bonifasius pun bergabung dengan para misionaris ia kemudian di tugaskan oleh paus sebagai pengkhotbah Injil, ia dikenal ramah namun tegas, segala usaha ia lakukan demi mewartakan injil pada warga pribumi di jerman pada waktu itu.
Berkat kerja kerasnya Santo Bonifasius dengan mudah diterima oleh masyarakat dan pemimpin suku hesse (Jerman tengah) kabar bahagia ini tersiar sampai di Roma
tanpa ragu paus Gregorius II mengangkat Bonifasius sebagai uskup agung untuk seluruh daerah Jerman timur.
tanggung jawab baru sebagai seorang uskup di zaman itu bukanlah hal yang mudah, ia harus mengubah cara berfikir masyarakat setempat yang masih memuja dewa Thor.
Dari perjalanan misionarisnya, Santo Bonifasius tahu setiap musim dingin penduduk akan berkumpul di bawah sebuah pohon Oak besar yang didedikasikan sebagai tempat pemujaan dewa Thor.
dalam pemujaan tersebut mereka akan mengorbankan manusia biasanya seorang anak kecil, lalu Santo Bonifasius ingin mengubah desa tersebut dengan menghancurkan pohon Oak yang di puja oleh masyarakat setempat.
Menurut kepercayaan masvarakat tak ada hal lain yang bisa menyenangkan dewa Thor selain persembahan kurban manusia. Beberapa anak telah dipilih untuk dipersembahkan.
Saat itu tepatnya di malam Natal Santo Bonifasius beserta beberapa rekannya mendapati warga setempat tengah berkumpul di hutan, tepatnya di bawah pohon Oak untuk melakukan pemujaan kepada dewa Thor.
Di bawah pohon Oak itu, warga setempat telah membangun sebuah mesbah khusus untuk meletakan kurban kepada dewa Thor. Untuk mencegah pengorbanan manusia, Santo Bonifasius kemudian mendatangi pohon Oak besar yang disembah oleh kaum pagan sebagai pohon suci Thor. Lalu la mengumumkan niatnya untuk menebangnya, mereka mengatakan jika pohon itu ditebang petir akan menyambar dirinya (Santo Bonifasius )
Dengan kapak, ia mulai menebang pohon Oak tersebut hingga akhirnya pohon Oak raksasa itu roboh yang langsung membuat Orang-orang pagan yang menyaksikan terkejut dan akhirnya percaya bahwa dewa-dewa mereka palsu.
keajaiban pun terjadi Di balik pohon Oak raksasa yang tumbang itu, tumbulah sebatang pohon Cemara muda. Bonifasius menyatakan pohon cemara ini sebagai pohon suci baru, lambana kehidupan abadi dan Kristus (Anak Yesus) karena daunnya selalu hijau dan puncaknya menunjuk ke langit.
Dengan dipenuhi sukacita, Santo Bonifasius berbicara kepada banyak orang bahwa malam itu tidak akan ada kurban darah manusia, sebab malam itu adalah malam kelahiran Sang Juruselamat.
Santo Bonifasius lalu menegaskan kepada warga setempat bahwa, “Pohon (Cemara) kecil ini akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini.
Berdasarkan kejadian inilah di abad berikutnya tradisi katolik menggunakan pohon Cemara sebagai pohon natal dan lambang untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, tradisi in kemudian menyebar hingga ke seluruh Dunia.






