Deiyai [SINAR BEMO] — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Deiyai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Rakor ini dilaksanakan di Aula Sekretariat Dewan (Sekwan) pada Rabu, 10 Desember 2025, sebagai upaya serius pemerintah daerah menghadapi masalah stunting.
Kepala DP3AKB, Robby Bobii, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
”Kami butuh dinas-dinas terkait. Kita harus berkolaborasi bersama agar masalah stunting ini dapat kita atasi. Saya tekankan, satu dinas atau hanya dua dinas tidak akan bisa bekerja maksimal. Kita harus bekerja serius terkait masalah stunting ini,” ujar Robby Bobii.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Robby Bobii juga menyoroti permasalahan data stunting yang masih menjadi kendala di Kabupaten Deiyai. Ia mengungkapkan bahwa data yang tercatat di tingkat Provinsi maupun Pusat menunjukkan angka yang minim dan tidak akurat.
”Kemarin kami mengecek data di Provinsi maupun Pusat; data-data kami di Kabupaten Deiyai sangat kurang dan minim. Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini, kita harus melakukan normalisasi data agar sama dengan kabupaten lain. Hal ini hanya bisa dilakukan melalui koordinasi kerja yang baik,” tegasnya.
Robby menjelaskan, seharusnya Rakor TPPS tahun 2025 dilaksanakan dua kali. Namun, karena belum adanya kerja sama yang optimal dengan dinas-dinas yang berhubungan langsung, Rakor TPPS ini baru dapat dilaksanakan di penghujung tahun.
Sebagai langkah persiapan, DP3AKB meminta setiap dinas terkait untuk segera melaporkan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
”Agar program tahun 2026 dapat berjalan, tahun ini kita lakukan koordinasi kerja TPPS. Kami harapkan dinas-dinas terkait dapat segera melaporkan program-program kerja yang akan diusulkan untuk dilaksanakan pada tahun depan,” tutupnya.






