Deiyai [SINAR BEMO] — Komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk menuntaskan kejelasan batas wilayah 67 kampung akhirnya terwujud. Setelah rangkaian kegiatan intensif selama satu minggu (24-30 November 2025), Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) atas suksesnya pekerjaan bersejarah ini.
Kegiatan yang berpusat di Waghete ini melibatkan Penegasan Batas Desa dan Kampung, sebuah langkah strategis yang vital bagi tata kelola administrasi dan pembangunan daerah.
Penghargaan Tinggi untuk Dukungan Teknis BIG
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Melkianus Mote secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Tim BIG yang telah memberikan dukungan teknis dan data geospasial yang akurat.
”Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Badan Informasi Geospasial, yang selama satu minggu berada di Deiyai melakukan pengumpulan, pengolahan, dan verifikasi data. Selama 17 tahun Kabupaten Deiyai berdiri, sebanyak 67 kampung masih menantikan kejelasan batas wilayah. Tahun ini menjadi momentum bersejarah, karena untuk pertama kalinya pekerjaan penegasan batas dapat diselesaikan secara menyeluruh,” ujar Bupati Mote.
Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Deiyai kini menantikan hasil finalisasi dari Tim BIG. Data ini akan menjadi dasar tunggal untuk segera mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup), yang akan menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan pemekaran kampung sesuai visi “Enaimo Ekowai.”
Apresiasi Kinerja DPMK: Katalisator Utama di Lapangan
Selain kepada Tim BIG dari Jakarta, apresiasi juga diberikan kepada DPMK Kabupaten Deiyai, yang dipimpin oleh Dr. Ferdinant Pakage, M.M., M.A.P., sebagai pelaksana utama di daerah.
DPMK dinilai sukses menjadi katalisator dalam menyelenggarakan kegiatan yang menghadirkan 67 Kepala Kampung dan 67 Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam). Kehadiran seluruh elemen ini memastikan bahwa proses penegasan batas dilakukan melalui kesamaan persepsi dan kesepakatan wilayah.
”Kami berterima kasih kepada DPMK yang telah bekerja keras dan memastikan seluruh Kepala Kampung dan Bamuskam terlibat aktif, sehingga administrasi pemerintahan kampung dapat berjalan sesuai ketentuan dan memiliki dasar hukum yang jelas,” tambah Bupati.
Dampak Positif: Kepastian Hukum dan Pembangunan
Bupati Melkianus Mote berharap, melalui rangkaian kegiatan ini, seluruh kampung akan memiliki batas wilayah yang sah, jelas, dan akurat. Hal ini tidak hanya akan mencegah potensi sengketa batas di masa mendatang, tetapi yang paling utama adalah menjadi dasar kuat untuk penguatan pelayanan publik dan perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat kampung.
Keberhasilan penuntasan penegasan batas ini dinilai sebagai bukti nyata kinerja Pemerintah Kabupaten Deiyai yang mendapat dukungan hingga ke pemerintah pusat, mewujudkan harapan masyarakat akan Deiyai yang lebih tertata, maju, dan sejahtera.






