Deiyai [SINAR BEMO] — Pemerintah Kabupaten Deiyai akhirnya memberikan pengakuan resmi atas jasa-jasa bersejarah para pejuang pendiri daerah. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Deiyai pada Rabu (26/11/2025), Bupati Melkianus Mote, ST, secara khusus memberikan penghargaan kepada Tim Pemekaran Kabupaten Deiyai.
Prosesi pemberian penghargaan berlangsung haru di halaman Kantor Bupati Deiyai, usai upacara bendera HUT. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Pemekaran, Mesak Pakage, S.Sos.
Tim Pemekaran ini dikenal memiliki julukan unik, yaitu “Tim Buta Huruf.” Nama tersebut merupakan akronim yang melambangkan bahwa perjuangan pembentukan kabupaten ini murni didorong oleh kerinduan masyarakat akan kemajuan dan kesejahteraan, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam perayaannya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. “Perjuangan Tim Pemekaran adalah fondasi dari Kabupaten Deiyai yang kita nikmati hari ini. Pengakuan ini adalah bentuk penghargaan atas jasa sejarah mereka dalam mewujudkan aspirasi masyarakat,” ujar Bupati Mote.
Suasana haru mencapai puncaknya ketika anggota Tim Pemekaran memberikan cenderamata tradisional, berupa noken dan mahkota bulu kasuari, kepada Bupati dan Wakil Bupati Deiyai. Cenderamata ini menjadi simbol penghormatan mendalam dan ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah.
”Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas penghargaan ini,” kata Zet Mote, salah satu anggota Tim Pemekaran.
Yuneas Edowai, anggota lain, menambahkan bahwa pengakuan ini sudah lama dinantikan. “Selama ini kami hanya butuh pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Deiyai. Hari ini, pengakuan itu datang, dan kami bersyukur,” tambahnya.
Pemberian penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan sejarah, tetapi juga motivasi bagi seluruh masyarakat Deiyai untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah tercinta.






