Deiyai [SINAR BEMO] – Setelah 16 tahun disahkan secara hukum pada 26 November 2008, Kabupaten Deiyai akhirnya akan mencatat sejarah baru dengan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama. Momen bersejarah ini akan diadakan pada HUT ke-17 di tahun 2025 di bawah kepemimpinan Bupati Melkianus Mote, S.T., dan Wakil Bupati Ayub Pigome.
Sejak Kabupaten Deiyai berdiri, perayaan hari jadi belum pernah dilaksanakan, meskipun telah melewati lima periode Pejabat dan dua periode Bupati definitif. Kini, dalam masa delapan bulan kepemimpinan Bupati Mote dan Wakil Bupati Pigome, pemerintah daerah menunjukkan gerak cepat dalam membangun wajah kota, sekaligus menyadari pentingnya perayaan HUT sebagai momen pemersatu dan pendorong ekonomi lokal.
Penghargaan Tulus untuk Pejuang Pemekaran
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk perayaan perdana ini, Bupati Melkianus Mote memberikan kepercayaan penuh kepada Bapak Mesak Pakage, S.Sos., Asisten II yang juga dikenal sebagai tokoh pejuang penting dalam upaya pemekaran Kabupaten Deiyai. Penunjukan ini merupakan bentuk penghargaan tulus dari Pemerintah Daerah kepada sosok yang telah memperjuangkan berdirinya kabupaten tersebut.
Gebrakan Dukungan Ekonomi Lokal
Perayaan HUT ke-17 ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ajang untuk mendukung penuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta usaha mama-mama Deiyai.
Dalam Apel Gabungan pada 2 November 2025, Bupati Mote secara tegas mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berpartisipasi aktif.
Ajakan Bupati: “Jangan bawa makanan, siapkan uang saja. Hari perayaan HUT Kabupaten Deiyai, kita akan beli dan makan di mama-mama Deiyai.”
Instruksi ini menjadi langkah konkret Pemerintah Daerah dalam memberdayakan ekonomi lokal dan memastikan bahwa manfaat perayaan hari jadi dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.
Panggung Ekspresi Seniman Muda
Selain penguatan ekonomi, perayaan ini akan diramaikan oleh hiburan dari band-band lokal. Sejumlah grup musik daerah seperti KND Band, Yupiwo Band, MEEUWODIDE Band, dan beberapa grup band baru yang terbentuk melalui acara ini dijadwalkan akan tampil. Tak ketinggalan, sanggar-sanggar lokal juga akan menampilkan keunikan budaya Deiyai.
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, sebagai penanggung jawab panggung hiburan dan sound system, membuka ruang seluas-luasnya bagi potensi seni anak muda. Bagi grup band yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dapat dilakukan melalui kontak KNPI Deiyai hingga 15 November 2025.
Inisiatif KNPI ini bertujuan merangkul dan menyiapkan ruang ekspresi bagi seniman lokal, serta membangkitkan semangat anak-anak Deiyai di dunia musik dan olah vokal. Perayaan HUT ke-17 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru yang tidak hanya merayakan usia kabupaten, tetapi juga membangun sinergi antara pemerintah, pejuang, dan seluruh masyarakat Deiyai.






