Dinas PERINDAG Deiyai Gelar Pelatihan Pengelolaan Bahan Kue, Burno Mote: Dorong Ekonomi Keluarga OAP Melalui Ilmu Pengetahuan dan Praktek

Tuesday, 7 October 2025 - 12:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deiyai, Burno Mote Adii, S.E., menyampaikan sambutan inspiratif dalam Bimbingan Pelatihan Pengelolaan Bahan Kue bagi OAP, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah modal utama untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga di Deiyai (2025).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deiyai, Burno Mote Adii, S.E., menyampaikan sambutan inspiratif dalam Bimbingan Pelatihan Pengelolaan Bahan Kue bagi OAP, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah modal utama untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga di Deiyai (2025).

DEIYAI SINAR BEMO – Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Bimbingan Pelatihan cara mengelola bahan kue bagi para pedagang Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Deiyai. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Katholik Waghete II pada 7/10/2025 ini bertujuan untuk membekali OAP dengan ilmu pengetahuan praktis guna menggerakkan ekonomi rumah tangga.

​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deiyai, Burno Mote Adii, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa kunci utama perubahan dan kemajuan adalah ilmu pengetahuan. Ia menyoroti kondisi di mana banyak potensi usaha OAP terhambat bukan karena ketiadaan sumber daya seperti tanah, kebun, atau rumah, melainkan karena kendala pengetahuan dalam mengelola bisnis.

​“Fokus utama adalah pengetahuan. Segala sesuatu bisa diubah karena ilmu pengetahuan,” ujar Burno Mote Adii. “Banyak yang mau bergerak, bersaing dengan pendatang, hanya karena kendala pengetahuan. Tanah sudah ada, kebun sudah ada, rumah sudah ada, di atas itu mau bikin apa? Ini yang sedang kita alami masyarakat Papua pada umumnya, khususnya [di Deiyai].”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ilmu Sebagai Modal Utama untuk Bertahan

​Burno Mote Adii memberikan perbandingan inspiratif. Ia menyebut para pendatang datang tanpa membawa tanah, namun membawa ilmu yang mereka manfaatkan untuk menjalankan usaha dan menghidupi keluarga. Hal ini menjadi cermin bagi masyarakat Deiyai yang hingga kini masih sangat tergantung pada orang lain dalam hal ekonomi.

​Ia mencontohkan, ketika akses jalan terputus, kekhawatiran terbesar justru dialami oleh pendatang karena terganggunya rantai pasok. Namun, ia berharap, melalui pelatihan ini, masyarakat OAP dapat menjadi penghasil mandiri sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pihak luar.

​“Pendatang itu tidak bawa tanah… tetapi karena dia bawa ilmu, di atas itu ilmu itu dia manfaatkan untuk menghidupkan keluarga, menjalankan usaha,” katanya. “Semua itu karena pengalaman, pengetahuan belum cukup. Kami mohon, dengan ilmu yang nanti akan dibagikan… bisa menghidupkan ekonomi keluarga kita.”

​Harapan Besar untuk Penularan Ilmu dan Pengusaha Milenial

​Pelatihan ini adalah langkah awal. Burno Mote Adii berharap ilmu yang didapatkan tidak berhenti pada peserta yang hadir, melainkan menyebar luas dan menjadi program kerja berkelanjutan di organisasi-organisasi tempat peserta berasal, seperti kelompok wanita di gereja dan organisasi lainnya.

​“Kami harap jadikan sebuah program… jadi ilmu pengetahuan ini dia menyebar, tidak cukup hanya di mereka yang datang. Kami harap jadikan sebuah program yang dibuat… undang ke bawah lagi,” pintanya.

​Ia juga mengungkapkan rencana untuk program berikutnya yang menyasar Pengusaha Milenial, yaitu pemuda-pemuda gereja yang aktif berbisnis. Tujuannya adalah mencetak pengusaha yang sukses dan mampu mengembangkan usahanya dari Usaha Kecil (UK) menjadi Usaha Menengah (UM), dan pada akhirnya menjadi wajib pajak bagi daerah.

​Dalam waktu dekat, Dinas Perindag juga akan menyalurkan bantuan alat-alat produksi kue kepada para peserta sebagai pendamping ilmu yang telah mereka dapatkan. Saat ini, tercatat ada 326 proposal usaha kue dan kerajinan yang sedang didaftarkan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

​“Mudah-mudahan pengetahuan ini… kalau sudah ada pengetahuan, kita juga bisa [maju] supaya bisa menghidupi kelompok-kelompok,” tutupnya penuh harap.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Dinas Pertanian Deiyai Kunjungi Mama Pekei, Dorong Perbanyakan Bibit Kopi di Mugouda
Kampung Deemago Terisolir, Warga Harap Akses Jalan dan Listrik Segera Dibangun
Bupati Deiyai Tinjau Pertanian dan Peternakan di Waghete dan Yabadimi
Jadi Tukang Ojek di Deiyai, Peluang Ekonomi yang Menjanjikan
Dorong Akselerasi Ekonomi, Wagub Deinas Geley Tekankan Sinergi Investasi dan Pemberdayaan UMKM di Papua Tengah
Dorong Kemandirian Pangan, Dinas Pertanian Deiyai Panen Kol di Kebun Percontohan
Wakil Gubernur Deinas Geley: HIPMI Adalah Kunci Penggerak Ekonomi Papua Tengah
Pemerintah Kabupaten Deiyai Luncurkan Program Bibit Babi: Inisiatif Strategis Cetak Peternak “Tonawi”

Berita Terkait

Wednesday, 22 April 2026 - 12:08 WIT

Kepala Dinas Pertanian Deiyai Kunjungi Mama Pekei, Dorong Perbanyakan Bibit Kopi di Mugouda

Thursday, 16 April 2026 - 20:18 WIT

Kampung Deemago Terisolir, Warga Harap Akses Jalan dan Listrik Segera Dibangun

Thursday, 16 April 2026 - 17:41 WIT

Bupati Deiyai Tinjau Pertanian dan Peternakan di Waghete dan Yabadimi

Friday, 27 March 2026 - 14:31 WIT

Jadi Tukang Ojek di Deiyai, Peluang Ekonomi yang Menjanjikan

Wednesday, 25 February 2026 - 16:42 WIT

Dorong Akselerasi Ekonomi, Wagub Deinas Geley Tekankan Sinergi Investasi dan Pemberdayaan UMKM di Papua Tengah

Berita Terbaru

Penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan tiga motif batik khas Deiyai oleh Kanwil Kementerian Hukum Papua kepada perwakilan Dekranasda Deiyai di Jayapura, Selasa (21/04/2026).

Budaya

Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Tiga Motif Batik Khas Daerah

Wednesday, 22 Apr 2026 - 03:41 WIT

Bupati Deiyai Melkianus Mote melantik Beatrix Waine sebagai Pj Kepala Kampung Wagomani di Deiyai, Senin (20/4/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Lantik Pj Kepala Kampung Perempuan Pertama di Wagomani

Monday, 20 Apr 2026 - 11:04 WIT